Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petaka Jembatan Patah Kapten Mulyono, Tak Hanya Korban Tewas, Satu Lagi Kritis Di Rumah Sakit

Usay Nor Rahmad • Minggu, 26 April 2026 | 08:11 WIB

 

Suasana di Jembatan Kapten Mulyono Sampit sesaat setelah kejadian kecelakaan tunggang pengendara motor, Minggu dini hari (26/4/2026).
Suasana di Jembatan Kapten Mulyono Sampit sesaat setelah kejadian kecelakaan tunggang pengendara motor, Minggu dini hari (26/4/2026).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jembatan Kapten Mulyono, Sampit, Minggu dini hari (26/4/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. 

Insiden tersebut diduga akibat kondisi lantai jembatan yang rusak, hingga menyebabkan dua orang terperosok saat melintas.

Dalam peristiwa itu, satu korban dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara satu korban lainnya mengalami luka parah, dengan patah tulang di bagian bahu dan langsung dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis.

Warga sekitar yang pertama kali berada di lokasi menyebut kedua korban diduga bukan warga setempat.

Mereka diperkirakan tidak mengetahui kondisi jembatan yang mengalami kerusakan cukup serius.

“Kemungkinan orang jauh, ada jembatan masih laju,” ungkap Endra, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga, kecelakaan diduga terjadi saat kendaraan melintas dengan kecepatan relatif tinggi di atas jembatan tanpa menyadari adanya bagian lantai yang rusak atau berlubang.

Minimnya penerangan di lokasi pada malam hari turut memperparah kondisi, sehingga pengendara sulit mengantisipasi.

Jembatan Kapten Mulyono sendiri sudah lama menjadi sorotan masyarakat. Infrastruktur penghubung tersebut kerap dikeluhkan karena kondisi lantainya yang cepat rusak, meskipun perbaikan telah berulang kali dilakukan.

Kerusakan disebut tak lepas dari tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas.

Padahal, kapasitas jembatan dinilai tidak sesuai untuk menahan beban berat secara terus-menerus.

Lantai jembatan yang berbahan kayu ulin pun sering kali tidak mampu menahan tekanan berlebih.

Upaya penguatan menggunakan lempengan besi yang dipasang di beberapa bagian dinilai belum efektif, karena kerusakan tetap berulang dalam waktu singkat.

Warga berharap ada penanganan serius dan menyeluruh dari pihak terkait, bukan sekadar tambal sulam.

Mereka menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin korban jiwa akan kembali berjatuhan.

“Ini sudah sering dikeluhkan. Kalau cuma diperbaiki sementara, pasti rusak lagi. Harus ada solusi permanen,” ujar seorang warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun langkah penanganan ke depan. 

Sesaat setelah kejadian warga sekitar ramai berdatangan ke lokasi. Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Kotim juga telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun korban meninggal merupakan salah seorang warga Baamang.

Sementara temannya yang mengalami luka parah kini masih kritis di Rumah Sakit Umum Daerah dr Murjani Sampit. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#jembatan patah kapten mulyono #korban meninggal #kecelakaan tunggal #kritis #sampit