Berkedok Warung Kopi, Praktik Prostitusi di Km 11 Pangkalan Bun Kian Terang-terangan

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 25 April 2026 | 22:08 WIB
Salah satu warung remang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, yang setiap malam ramai oleh pengunjung, Sabtu 25 April 2026. (Warga/Radar Sampit)
Salah satu warung remang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, yang setiap malam ramai oleh pengunjung, Sabtu 25 April 2026. (Warga/Radar Sampit)
 
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Lokasi Prostitusi berkedok warung kopi di kilometer 11, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat tetap eksis beroperasi.
 
Informasi dihimpun, warung remang ini sudah sejak lama beroperasi, bukan hanya menyediakan perempuan bagi pria hidung belang tetapi juga diduga menyediakan minuman keras.
 
Lokasi prostitusi ini berada di perbatasan antara kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan, dan Desa Purbasari Kecamatan Pangkalan Lada. Termasuk di lokasi prostitusi simpang Kodok.
 
Warga merasa heran, warung remang di area setelah gerbang selamat datang itu tidak tersentuh, padahal aktivitas prostitusi setiap malam ramai di warung-warung tersebut.
 
Warga menyebut, di warung ini sekaligus menyediakan kamar-kamar untuk para hidung belang. Tarifnya untuk shortime sekitar Rp300 ribu.
 
Warga Pangkalan Bun, Surya mengatakan sepengetahuan dirinya di setiap warung remang selain minuman keras juga ada menyediakan perempuan penghibur.
 
"Kalau tidak salah tarif terendah tiga ratus ribu an, tetapi bisa juga lebih," ujarnya.
 
Menurutnya, pelanggan di warung remang tersebut kebanyakan adalah sopir-sopir truk dan ada juga mobil-mobil pribadi, serta kendaraan roda dua. 
 
Warga jalan Ahmad Yani, Dina mengungkapkan ia yang terbiasa melintas di jalan tersebut sempat menghitung jumlah warung remang dari setelah gerbang selamat datang sampai perbatasan Purbasari dan Kelurahan Baru di Simpang Kodok ada sebanyak 7 sampai 8 warung remang yang aktif beroperasi.
 
"Kalau operasi dari Satpol PP jarang ya, padahal kan nampak jelas, kami warga berharap agar ditutup saja warung remang, tidak elok juga dilihat oleh masyarakat sekitar," pungkasnya. (tyo)
 
 
 
Editor : Slamet Harmoko
warung remang-remang Warung PSK prostitusi terselubung Pangkalan Bun