SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Banjir yang melanda Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur,Kamis (23/4/2026) semakin meluas dan berdampak signifikan bagi warga.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kotim, sebanyak 128 kepala keluarga (KK) terdampak dari total sekitar 350 KK yang ada di desa tersebut.
Ketinggian air bervariasi, dengan kondisi terparah terjadi di RT 03 yang mencapai hingga 1 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menyebut banjir kali ini merendam seluruh RT di desa tersebut.
“Seluruh RT terdampak dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Di beberapa titik, terutama di RT 03, air mencapai hingga satu meter,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, rincian dampak banjir meliputi RT 01 sebanyak 15 KK dan RT 02 sebanyak 23 KK dengan ketinggian air 20–30 sentimeter.
Sementara itu, RT 03 menjadi wilayah paling parah dengan 40 KK terdampak.
“Untuk RT 04 ada 38 KK terdampak dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter, dan RT 05 sebanyak 12 KK dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter,” tambahnya.
Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga fasilitas umum.
Bahkan, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya arus air.
Kepala Desa Sei Ubar Mandiri Andreka Setiadi, mengatakan sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Warga yang terdampak sebagian sudah mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang tidak terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, tim BPBD Kotim telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
“Kami sudah menurunkan tim untuk pendataan dan memastikan kebutuhan mendesak warga. Penanganan terus kami lakukan di lapangan,” kata Multazam.
Banjir ini dipicu hujan lokal dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kalau hujan kembali turun, ada kemungkinan genangan bertambah. Kami minta masyarakat tetap berhati-hati,” pungkasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko