SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kasus hilangnya Bendahara KUD Harapan Makmur Desa Bandar Agung (SP4), Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berinisial AS, makin menyita perhatian. Ia diduga menghilang setelah membawa uang hingga Rp1,4 miliar.
Polisi kini bergerak cepat mengusut kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik hilangnya bendahara desa itu.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani membenarkan peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Benar, saat ini masih kami tangani. Kami masih memanggil dan meminta keterangan saksi-saksi terkait untuk mendalami kejadian ini,” ujar Helmi.
Baca Juga: Bendahara Desa Bandar Agung Hilang Usai Ambil Rp1,4 Miliar, Mobil Ditemukan Rusak di Pinggir Jalan
Hingga kini, polisi belum mengungkap penyebab pasti hilangnya AS maupun ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Aparat masih menelusuri rangkaian kejadian, termasuk dugaan bahwa yang bersangkutan sempat mengambil uang Sisa Hasil Kebun (SHK) sebelum menghilang.
“Kami memastikan penanganan ini dilakukan secara serius untuk mengungkap fakta-fakta sebenarnya. Mohon waktu,” tegasnya.
Di sisi lain, temuan mencurigakan turut menguatkan misteri ini. Sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia warna hitam yang diduga milik AS ditemukan dalam kondisi rusak dan telah diamankan polisi.
Kendaraan tersebut sebelumnya berada di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kecamatan Baamang, sebelum akhirnya dievakuasi ke Mapolsek Baamang menggunakan truk towing. Kondisinya mengalami pecah kaca di bagian depan dan samping kanan.
Kasus ini masih terus didalami aparat kepolisian. Publik kini menunggu jawaban, apakah ini murni orang hilang atau ada skenario lain di balik raibnya bendahara desa dengan uang miliaran rupiah tersebut. (sir)
Editor : Slamet Harmoko