Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BBM Naik, Operasi Bencana Tertekan! BPBD Kotim Putar Otak, Stok Kini Hanya Bertahan 15 Hari

M. Akbar • Kamis, 23 April 2026 | 14:38 WIB

 

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak langsung pada operasional penanganan bencana di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini harus melakukan langkah efisiensi agar penanganan tetap berjalan optimal.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan daya tahan stok BBM untuk armada mengalami penurunan signifikan. Sebagian besar armada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menggunakan BBM jenis Dexlite.

“Kalau sebelumnya stok BBM bisa bertahan hingga 30 hari, sekarang hanya sekitar 15 hari. Ini tentu menjadi perhatian bagi operasional di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/4).

Meski menghadapi keterbatasan, BPBD memastikan efisiensi akan dilakukan tanpa mengorbankan kinerja di lapangan.

“Efisiensi tetap dilakukan, tetapi tidak mengurangi capaian. Yang penting prioritas tetap terpenuhi,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah antisipasi dengan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun kebutuhan anggaran. Hal ini termasuk kemungkinan percepatan perubahan APBD.

“Sudah diminta untuk menyusun kebutuhan anggaran. Nanti akan dikoordinasikan dengan BKD dan Pj Sekda terkait percepatan perubahan APBD,” jelasnya.

BPBD juga memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas PUPR dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, guna memastikan ketersediaan sumber air untuk pemadaman.

“Kami siapkan alternatif seperti pemanfaatan hidran agar suplai air lebih dekat ke lokasi kebakaran,” tambahnya.

Namun demikian, penggunaan anggaran belanja tidak terduga masih menunggu penetapan status tanggap darurat. Saat ini, Kotim masih berada pada status siaga darurat.

“Penetapan tanggap darurat ada parameternya, seperti peningkatan hotspot dan penurunan muka air tanah,” katanya.

BPBD mencatat adanya peningkatan titik panas sejak awal April, meski hujan masih turun secara lokal dan singkat sebagai tanda peralihan musim.

Multazam memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga untuk menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Kami pastikan semua personel siap, sehingga jika terjadi gangguan bisa langsung ditangani,” tandasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#BBM naik #Anggaran Penanganan Bencana #Kepala Pelaksana BPBD Kotim #Multazam