Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ditengarai Sengketa Lahan, Jadi Pemicu Pembunuhan 1 Keluarga di Barito Utara. Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 21 April 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi 5 jenazah korban pembunuhan saat di ruang jenazah rumah sakit. (ilustrasi AI)
Ilustrasi 5 jenazah korban pembunuhan saat di ruang jenazah rumah sakit. (ilustrasi AI)

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Kasus pembantaian sadis menimpa satu keluarga di Desa Benangin II, masuk areal HPH PT Timber Dana, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi itu berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Kurang dari 1x24 jam, pelakunya yang berjumlah tiga orang bisa ditangkap aparat kepolisian, setelah sempat melarikan diri.

Korban dalam pembunuhan brutal itu adalah Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), Ono (50) dan David yang masih berusia 3 tahun, dan satu korban kritis atas nama Alfian (40). Para korban ditemukan tewas mengenaskan dalam insiden yang diduga dipicu konflik sengketa lahan itu. Sedangkan korban kritis masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.

Proses evakuasi korban meninggal dunia dilakukan oleh tim medis menggunakan lima unit ambulans, Senin (20/4). Seluruh jenazah tiba di RSUD Muara Teweh sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dibawa ke kamar jenazah.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan penangkapan ketiga pelaku tersebut. Menurutnya pengungkapan kasus ini merupakan hasil gerak cepat jajaran Polres Barito Utara yang dibackup penuh oleh Polda Kalteng.

“Pelaku bisa ditangkap kurang dari 1x24 jam. Polda Kalteng mengapresiasi kinerja Polres Barito Utara yang berhasil menangkap pelaku,” ujarnya kepada Radar Sampit, Selasa (21/4).

Sementara itu, Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menyampaikan, ketiga pelaku kini telah diamankan dan proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk mendalami peran masing-masing tersangka. “Ketiganya sudah diamankan dan saat ini masih dalam pengembangan,” katanya.

Terkait motif, Singgih menyebut dugaan sementara aksi berdarah itu dipicu sengketa lahan antara pihak korban dan pelaku. Namun demikian, polisi masih terus mendalami keterangan saksi dan para tersangka untuk memastikan kronologi lengkap kejadian. “Motif sementara diduga karena sengketa lahan. Hal itu masih terus kami kembangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Satu Keluarga Dibantai Secara Sadis di Barito Utara, Ada Pria Setengah Baya hingga Balita Tewas Bersimbah Darah

Dibeberkannya,  dari tangan para pelaku, aparat juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut. Saat ini, penyidik masih mendalami keterkaitan barang bukti dengan luka-luka yang dialami para korban.

Tiga terduga pelaku masing-masing berinisial VN, LK, dan SA berhasil diringkus aparat di dua lokasi berbeda. VN ditangkap saat bersembunyi di salah satu desa di wilayah Kalimantan Timur, sementara LK dan SA diamankan di kawasan Benangin, Kalimantan Tengah.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui SA merupakan istri dari LK, sehingga keterlibatan mereka menguatkan dugaan bahwa aksi berdarah tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh satu keluarga terhadap keluarga korban.

Sementara itu, dari keterangan saksi yang juga merupakan korban selamat, peristiwa bermula saat para korban berada di lokasi kejadian. Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB, tiga orang terduga pelaku datang menggunakan mobil jenis Kijang. Mereka diduga membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.

Pelaku kemudian menanyakan identitas korban sebelum secara brutal melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Tidak hanya itu, pelaku juga disebut melakukan pencarian terhadap korban lain di sekitar lokasi dan kembali melakukan aksi pembacokan.

Setelah para korban terkapar tak berdaya, pelaku diduga membakar pondok atau warung milik korban sebelum akhirnya melarikan diri sekitar pukul 17.30 WIB.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban yang masih hidup. Alfian kemudian dilarikan ke RSUD Muara Teweh menggunakan kendaraan warga.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan, Polda terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh polres jajaran dalam pengungkapan kasus-kasus kriminalitas, terutama yang menonjol dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

“Kami akan bergerak cepat dan selalu membackup polres jajaran dalam penanganan berbagai gangguan kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polda Kalteng, termasuk langkah konkret dalam pengungkapan kasus,” pungkasnya. (daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#pembantaian satu keluarga #Muara Teweh #polda kalteng #barito utara #pembunuhan