Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Plastik di Kotim Naik Gila-gilaan, Tembus 150 Persen, Pedagang Menjerit

M. Akbar • Jumat, 10 April 2026 | 16:05 WIB
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi saat memantau harga plastik di salah satu toko Plastik di Sampit, Jumat (10/4).  (Akbar/Radar Sampit)
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi saat memantau harga plastik di salah satu toko Plastik di Sampit, Jumat (10/4). (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Lonjakan harga plastik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa pekan terakhir menuai keluhan masyarakat. Kenaikan bahkan disebut mencapai hingga 100 persen hingga 150 persen pada sejumlah jenis, sehingga dinilai cukup memberatkan pelaku usaha kecil dan pedagang.

Berdasarkan hasil pemantauan Pemerintah Kabupaten Kotim di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Keramat Sampit, Jumat (10/4), harga plastik menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi dibandingkan barang lainnya.

Baca Juga: Imbas Ambisi Donald Trump di Pasar Lokal. Harga Plastik Melonjak, Harga Beras Terkerek Harga Kemasan.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, membenarkan adanya lonjakan harga tersebut. Ia menyebut kenaikan terjadi akibat faktor pasokan dan distribusi dari luar daerah.

“Plastik ini kita ambil dari luar, terutama dari Pulau Jawa. Kenaikan terjadi dari harga agen di sana, ditambah biaya ekspedisi yang juga meningkat,” ujarnya.

Menurut Rafiq, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat pemerintah daerah cukup kesulitan mengendalikan harga plastik di pasaran.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga plastik tidak memberikan dampak besar terhadap inflasi daerah, karena tidak termasuk kebutuhan pokok yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Imbas Perang AS - Iran, Harga Plastik di Sampit Naik Signifikan, Pedagang Mulai Kurangi Stok

“Kalau plastik, dampaknya terhadap inflasi tidak sebesar sembako. Plastik ini bukan barang konsumsi langsung dan bisa digunakan berulang kali,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kenaikan harga plastik menjadi penyebab utama naiknya harga bahan pokok.

“Tidak langsung berpengaruh. Plastik hanya barang pendukung, berbeda dengan sembako yang langsung dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pegawai toko Hana Plastik di Pasar PPM Sampit, Syifa, mengungkapkan kenaikan harga plastik sudah terjadi sekitar 15 hari terakhir, dengan variasi kenaikan yang cukup signifikan.

Ia merinci, plastik daur ulang ukuran 40x35 cm naik dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Plastik gula matahari merah ukuran 1 kilogram naik dari Rp38 ribu menjadi Rp58.500.

Selain itu, plastik ukuran kecil 15 cm naik dari Rp22 ribu menjadi Rp26 ribu per ikat, sementara plastik ukuran tanggung 24 cm merek Karisma naik dari Rp37.500 menjadi Rp52.500.

Kenaikan juga terjadi pada plastik kemasan lainnya, seperti ukuran 500 ml dari Rp27.500 menjadi Rp32 ribu, serta ukuran 2.000 ml dari Rp74 ribu menjadi Rp90 ribu.

Tak hanya plastik, harga sedotan juga ikut naik. Sedotan putih per kemasan naik dari Rp20 ribu menjadi Rp26 ribu, sedangkan sedotan warna-warni naik dari Rp11.500 menjadi Rp13 ribu.

“Kenaikan ini sudah terjadi sekitar dua minggu, dengan besaran yang berbeda-beda tergantung jenisnya,” ujar Syifa.

Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan harga di pasaran serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi atas kenaikan harga tersebut, agar tidak semakin membebani masyarakat.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#harga plastik naik #sampit #kotim #kalteng