KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Penanganan jembatan rusak di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, terkendala keterbatasan anggaran dan sulitnya ketersediaan material. Kondisi ini berdampak pada terganggunya mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gumas, Bambang Jaya, Rabu (8/4), mengatakan pihaknya telah merencanakan langkah penanganan darurat, namun realisasi di lapangan belum optimal karena keterbatasan dana.
Ia menjelaskan, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi perbaikan secara menyeluruh, terutama karena tingkat kerusakan jembatan di beberapa lokasi tergolong berat. Oleh karena itu, penanganan difokuskan pada jembatan yang paling mendesak dan berisiko tinggi.
Selain anggaran, kendala lain adalah sulitnya memperoleh material konstruksi, khususnya di daerah pelosok. Akses distribusi yang terbatas serta tingginya biaya angkutan memperlambat proses penanganan.
Saat ini, hampir 100 jembatan kayu di Kabupaten Gunung Mas telah memasuki usia kritis dan membutuhkan penggantian. Namun, pemerintah daerah menerapkan skala prioritas akibat keterbatasan anggaran.
Bambang menambahkan, jembatan dengan kondisi paling rawan berada di ruas jalan Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, menuju Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa. Di lokasi tersebut terdapat lima jembatan kayu yang kondisinya memprihatinkan dan berpotensi ambruk.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk bersabar karena perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno