SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan layanan carter pesawat untuk memberangkatkan Jemaah Calon Haji (JCH) menuju embarkasi Banjarmasin.
Para jamaah dijadwalkan berangkat dari Bandara Haji Asan Sampit pada 30 April 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim, Waren, mengatakan penyediaan pesawat carter dilakukan untuk memastikan kelancaran, kesehatan, serta kenyamanan jamaah selama proses keberangkatan.
Baca Juga: Prabowo Putuskan Kenaikan Biaya Haji 2026 Ditanggung Negara, Totalnya Mencapai Rp1,77 Triliun
“Walaupun ada efisiensi anggaran, jangan sampai mengurangi pelayanan terhadap jamaah haji agar mereka bisa fokus beribadah dengan kondisi kesehatan yang prima,” kata Waren, Rabu (8/4).
Ia menyampaikan, jumlah JCH asal Kotim yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 171 orang. Para jamaah tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni 167 orang masuk kloter enam dan empat orang lainnya masuk kloter 19.
Para jamaah akan diberangkatkan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Embarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin pada 30 April 2026. Selanjutnya, mereka dijadwalkan terbang dari Banjarmasin menuju Arab Saudi pada 1 Mei 2026.
Baca Juga: Lumayan! Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Padahal Harga Avtur Global Sedang Naik
Waren menjelaskan, layanan carter pesawat menuju Banjarmasin akan dilakukan dalam dua kali penerbangan menggunakan pesawat dari maskapai NAM Air.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung layanan transportasi tersebut. Anggaran itu mencakup biaya penerbangan pulang-pergi dari Sampit ke Banjarmasin, termasuk saat pemulangan jamaah setelah menunaikan ibadah haji.
Meski saat ini tersedia penerbangan komersial rute Sampit-Banjarmasin yang secara perhitungan bisa lebih murah, Pemkab Kotim tetap memilih layanan carter pesawat.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah sekaligus memudahkan pemantauan selama proses keberangkatan.
Menurut Waren, para jamaah calon haji merupakan satu kesatuan rombongan sehingga tidak memungkinkan diberangkatkan secara terpisah bersama penumpang umum.
“Setibanya di embarkasi Banjarmasin nanti masih ada pemeriksaan kesehatan terakhir, termasuk vaksinasi dan pengecekan lainnya. Karena itu kami ingin kondisi jamaah tetap terpantau dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Kotim juga terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan guna memastikan seluruh rangkaian persiapan keberangkatan berjalan lancar.
Hingga saat ini, proses manasik haji bagi para jamaah juga telah berjalan dengan baik sebagai bekal sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Waren menambahkan, berdasarkan informasi dari Kanwil Kementerian Haji Kalteng dan Kalsel yang baru kembali dari Arab Saudi, pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap berjalan sesuai jadwal.
“Ibadah haji tetap dilaksanakan seperti biasa. Harapannya semua berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tutupnya. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko