SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta bersiap menghadapi musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprediksi, periode kering mulai terjadi sejak awal Juni 2026.
Kepala BMKG Sampit Mulyono Leo Nardo menjelaskan, awal kemarau di Kotim berlangsung bertahap. Dimulai dari wilayah utara, kemudian merambah ke wilayah tengah, hingga akhirnya menjangkau wilayah selatan.
“Wilayah utara diperkirakan mulai memasuki kemarau pada dasarian pertama Juni atau sekitar 1 Juni. Wilayah tengah menyusul pada dasarian kedua, sekitar 11 Juni,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, wilayah selatan seperti Teluk Sampit dan Pulau Hanaut diprediksi baru mengalami awal kemarau pada dasarian ketiga atau sekitar 21 Juni.
BMKG mencatat, durasi kemarau tahun ini berpotensi mencapai sekitar 120 hari atau lebih dari empat bulan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026.
“Durasi sekitar 120 hari, ini lebih lama dari biasanya. Puncaknya di Agustus,” tambahnya.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat. Meski tidak tergolong kuat, dampaknya tetap perlu diwaspadai, terutama terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Seiring prediksi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi kering dalam waktu panjang dapat memicu kebakaran.
Penggunaan air bersih secara bijak juga menjadi perhatian penting guna mengantisipasi dampak kekeringan. Selain itu, warga diminta menjaga kesehatan di tengah perubahan musim.
“Yang utama jangan membakar lahan, gunakan air secara bijak, jaga kesehatan, dan tetap aktif berolahraga,” pungkasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko