Radarsampit.jawapos.com - Isu perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum pejabat salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) mencuat di kalangan warga di Kabupaten Lamandau.
Tangkapan layar ponsel berisi percakapan yang diduga antara oknum pejabat tersebut dengan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) beredar luas di sejumlah grup WhatsApp, Selasa (7/4). Bahkan kabar tersebut diketahui pimpinan daerah setempat.
Informasi yang beredar di masyarakat, tangkapan layar berisi chat WA tersebut pertama kali disebarkan oleh istri sah dari oknum pejabat yang bersangkutan. Ia mengaku sengaja mempublikasikan percakapan tersebut sebagai bentuk peringatan.
“Sengaja saya viralkan agar menjadi pelajaran untuk keduanya. Kemungkinan hubungan mereka sudah terlalu lama,” ujarnya dalam pesan yang turut beredar.
Tangkapan layar percakapan itu tersebar luas di Grup WA yang diketahui merupakan salah satu organisasi wanita di Lamandau.
Dalam isi chat yang beredar, terlihat komunikasi yang mengarah pada hubungan intim di luar batas profesional kedinasan, sehingga memicu berbagai spekulasi.
Salah satu bagian percakapan yang menjadi sorotan adalah rencana pertemuan antara keduanya di sebuah hotel di Kota Cantik Palangka Raya. Selain itu juga ada permintaan untuk mengirimkan foto sesuatu yang sensitif.
Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya hubungan khusus di antara sang oknum dengan Wanita Idaman Lain (WIL) itu.
Namun, sementara ini belum ada klarifikasi resmi dari terduga pihak yang terkait.
Kasus ini pun memicu reaksi beragam dari masyarakat, terutama terkait etika dan integritas seorang pejabat publik. Banyak pihak menilai bahwa jika dugaan serong tersebut terbukti benar, maka dapat mencoreng citra institusi pemerintahan daerah.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan maupun instansi terkait mengenai kebenaran informasi yang beredar.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
Bukan hanya di kalangan warga dan ASN setempat, kabar tersebut juga diketahui pimpinan daerah setempat. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra ketika dikonfirmasi mengungkap bahwa pihaknya telah mendengar kabar tersebut, dan merencanakan untuk segera memanggil sejumlah pihak terkait atas dugaan skandal tersebut.
“Iya, sudah mendengar, nanti akan kami panggil untuk klarifikasi kebenaran kabar tersebut," ujarnya singkat.
Sementara itu, Inspektur inspektorat Kabupaten Lamandau Drs Tahan Sandi,saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait persoalan tersebut.
Namun demikian pihaknya akan tetap mempelajari dan menelusuri informasi yang beredar itu.
"Akan kita pelajari terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan pimpinan. Namun sampai saat ini belum menerima laporan resmi, " pungkas Tahan Sandi. (mex/gus)
Editor : Slamet Harmoko