SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Setelah harga plastik mengalami kenaikan tajam, kini pelaku usaha di Sampit kembali dihadapkan pada persoalan baru. Susu UHT full cream ukuran 1 liter belakangan ini langka di pasaran, Sabtu (4/4).
Kondisi ini membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten kotawaringin Timur (Kotim) harus memutar otak agar produksi tetap berjalan.
Salah seorang pelaku usaha kue di Sampit, Tri Wahyuningsari, mengungkapkan bahwa kelangkaan susu UHT sudah dirasakan sejak bulan puasa lalu. Menurutnya, stok susu UHT full cream di pasaran seakan menghilang , dan jika pun tersedia jumlahnya sangat terbatas.
“Awalnya saya kira hanya karena permintaan meningkat saat Ramadan. Tapi sampai sekarang stoknya masih sulit didapat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut cukup menyulitkan dalam memenuhi pesanan. Selain barang yang sulit diperoleh, pembelian susu UHT juga kerap dibatasi oleh penjual. Bahkan, harga pun ikut merangkak naik.
“Dulu harganya sekitar Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per liter. Sekarang bisa Rp23 ribu sampai Rp25 ribu, itu pun kalau barangnya ada,” katanya.
Meski demikian, Tri mengaku belum menaikkan harga jual produknya. Hal itu karena sebagian bahan produksi masih mengunakan stok lama. Nmaun, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ia akan menyesuaikan harga jual.
“Apalagi harga bahan lain seperti plastik juga ikut naik. Kalau terus seperti ini, mau tidak mau harga jual pasti ikut naik,” tambahnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha minuman. Iwan, pemilik coffee shop di Sampit, mengatakan kelangkaan susu UHT memaksanya mencari pasokan hingga ke luar daerah seperti Palangka Raya dan Banjarmasin.
Ia mengaku sempat mendengar bahwa kelangkaan ini diduga karena meningkatnya kebutuhan untuk program tertentu di luar daerah. Namun, ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Yang jelas, di Sampit sendiri stoknya kosong. Jadi kami harus cari ke luar daerah,” ungkapnya.
Untuk menyiasati kondisi ini, Iwan menggunakan bahan alternatif yang harganya justru lebih mahal, tanpa mengunah harga jual maupun rasa produknya. Sementara itu, beberapa pelaku usaha lain memilih menggunakan susu evaporasi sebagai pengganti.
Berdasarkan pantauan di sejumlah ritel modern di Sampit, susu UHT full cream ukuran 1 liter memang sulit ditemukan, terutama di kawasan pusat kota. Sementara di beberapa ritel di pinggiran kota masih tersedia dalam jumlah terbatas.
Menariknya, untuk varian rasa seperti cokelat serta kemasan kecil ukuran 200 ml, stok masih relatif aman dan mudah ditemukan di pasaran.
Salah seorang kasir ritel modern di Sampit, Risma, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini sudah berlangsung cukup lama. Hingga kini, pihaknya belum mendapat kepastian kapan pasokan susu UHT akan kembali normal.
“Sudah lama kosong, dan sampai sekarang belum ada informasi kapan stok akan tersedia lagi,” tutupnya. (yn)
Editor : Slamet Harmoko