Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Daftar Delapan SPPG di Kalteng Disetop Operasional Sementara, Penyebabnya Bikin Geleng Kepala

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 3 April 2026 | 09:41 WIB

 

Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com — Sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah dihentikan sementara operasionalnya mulai awal April 2026. Penghentian ini dilakukan karena fasilitas belum memenuhi standar Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan/atau belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Di Kabupaten Lamandau, salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nanga Bulik turut terdampak. Penghentian operasional dilakukan untuk pemasangan dan perbaikan IPAL, khususnya pada sistem pembuangan limbah dan pencucian. Hingga kini, belum ada kepastian waktu operasional akan kembali normal.

Informasi penghentian tersebut telah disampaikan pihak sekolah kepada orang tua siswa pada Kamis (2/4).

Berdasarkan penelusuran, kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026. Selain itu, terdapat laporan Koordinator Regional Kalimantan Tengah tertanggal 31 Maret 2026 yang menyebut sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan SLHS dan IPAL sesuai standar.

Kepala Dapur SPPG Nanga Bulik, Ayu Mutiara Simanjuntak, membenarkan penghentian sementara tersebut.
“SPPG di Nanga Bulik termasuk yang dihentikan sementara. Saat ini kami melakukan perbaikan IPAL agar sesuai standar. Ini penting untuk meminimalkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan,” ujarnya.

Selain SPPG di Nanga Bulik milik Yayasan Kemala Bhayangkari, tujuh SPPG lain yang dihentikan sementara meliputi SPPG Palangka Raya (Pahandut Panarung 6) – Yayasan Obor Kalimantan Halendang, SPPG Gunung Mas (Manuhing, Tumbang Talaken) – Yayasan Obor Kalimantan Halendang, SPPG Palangka Raya (Pahandut Langkai 6) – Yayasan Obor Kalimantan Halendang, SPPG Kapuas (Selat, Selat Hulu) – Yayasan Terang Anak Borneo, SPPG Pulang Pisau (Kahayan Hilir, Anjir) – Yayasan Kemala Bhayangkari, SPPG Murung Raya (Murung, Beriwit) – Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP), SPPG Seruyan (Seruyan Hilir, Kuala Pembuang 1) – Yayasan Cahaya Al Barkah Bambuduri.

Penghentian sementara ini memicu beragam tanggapan masyarakat. Sejumlah pelajar menyayangkan keputusan tersebut karena program belum merata. Namun, sebagian orang tua mendukung langkah tersebut demi keamanan pangan.

“Lebih baik dihentikan sementara untuk perbaikan agar sesuai standar kebersihan. Kami tidak ingin anak sakit karena dapur bermasalah. Semoga segera selesai agar anak-anak bisa kembali menerima MBG,” kata Rina, salah satu orang tua siswa.

Program MBG sendiri merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi pelajar melalui penyediaan makanan di sekolah. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#SPPG Disetop #lamandau #SPPG #Mbg #kalteng