Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kabut Asap Kepung Kota Sampit saat Pagi Hari

Slamet Harmoko • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:13 WIB
Suasana salah satu titik keramaian lalu lintas di Sampit saat pagi hari tampak diselimuti kabut. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Suasana salah satu titik keramaian lalu lintas di Sampit saat pagi hari tampak diselimuti kabut. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai merasakan suasana berbeda pada Selasa pagi (31/3/2026). Sejak subuh, kabut tebal menyelimuti hampir seluruh wilayah kota, membuat jarak pandang terbatas dan udara terasa lebih dingin dari biasanya.

"Sejak subuh kabut embun mulai turun beberapa hari sebelumnya ini tidak terjadi," kata Rahmad, salah seorang warga Sampit.

Kabut mulai terlihat pekat sejak dini hari dan bertahan hingga pagi. Aktivitas warga pun sempat melambat, terutama bagi pengendara yang harus ekstra hati-hati saat melintas di jalanan karena visibilitas yang menurun.

Memasuki pukul 08.00 WIB, kabut perlahan mulai memudar seiring meningkatnya intensitas cahaya matahari. Namun, sisa udara dingin masih terasa, menciptakan suasana pagi yang lembap dan sejuk.

Berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, kondisi cuaca pada pukul 08.00 WIB menunjukkan bahwa kabut masih mendominasi wilayah Sampit.

Dalam laporan resmi tersebut, tercatat jarak pandang hanya mencapai 4 kilometer dengan kondisi cuaca berkabut. Suhu udara berada di angka 24,9 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi mencapai 96 persen.

Sementara itu, angin terpantau bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan relatif rendah, yakni sekitar 4 kilometer per jam. Kondisi ini turut mendukung terbentuknya kabut yang cukup tebal di pagi hari.

Fenomena kabut pagi seperti ini umumnya terjadi akibat tingginya kelembaban udara dan suhu yang relatif rendah pada malam hingga pagi hari.

Warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di jalan raya, guna menghindari risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#Kota sampit #kebakaran hutan dan lahan #sampit #kabut asap #karhutla