SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Tragedi terbakarnya kapal Tug Boat Batara VII di dermaga PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS) di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu sore (28/3) diselidiki aparat berwajib.
Dalam laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, peristiwa menjelang senja hingga malam hari itu, selain menimbulkan kerugian materiil juga terdapat korban jiwa.
Satu orang dilaporkan tewas, dan jasadnya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Kemudian satu orang terluka di bagian kepala dan satu orang masih dinyatakan hilang.
Peristiwa itu juga sempat memicu kepanikan warga sekitar, terlebih setelah terdengar beberapa kali ledakan yang diikuti kobaran api besar dan asap hitam pekat membumbung tinggi di tepi Sungai Mentaya.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Herry Wahyudi, mengungkapkan, dari hasil penanganan di lapangan, tercatat tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Data sementara, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka di bagian kepala, dan satu orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya,” ungkapnya, Minggu (29/3).
Diungkapkan, korban meninggal bahkan ditemukan dalam kondisi mengenaskan, yang memperkuat dugaan bahwa kebakaran berlangsung dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, proses pencarian terhadap satu korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi. Termasuk Basarnas dan kepolisian perairan.
Adapun kronologi, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas di area yang berkaitan dengan bahan bakar minyak (BBM).
"Namun kami juga menerima laporan di lapangan yang menyebut adanya dugaan pemicu awal dari sambaran petir yang mengenai peralatan di tongkang, kemudian memicu ledakan sebelum api membesar," beber Herry.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus berjibaku selama hampir tiga jam hingga api berhasil dilokalisir, sebelum akhirnya dilanjutkan tahap pendinginan dan pemeriksaan akhir.
Besarnya kobaran api, ditambah adanya bahan mudah terbakar di lokasi, menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.Namun berkat kerja keras berbagai pihak yang terlibat, api akhirnya dapat dikendalikan dan tidak meluas lebih jauh.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Termasuk identitas korban juga masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengarah pada dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh tangki BBM.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan pihaknya menerima laporan awal kejadian sekitar pukul 17.30 WIB, tepat menjelang waktu Magrib.Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam lantaran api berasal dari bahan bakar yang sulit dikendalikan.
“Api berasal dari bahan bakar, sehingga memerlukan waktu lebih lama dalam proses pemadaman,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, termasuk dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat dan terdengar beberapa kali ledakan sebelum api membesar. Ledakan tersebut diduga berasal dari tangki BBM yang berada di sekitar kapal atau area dermaga di tepi Sungai Mentaya itu.
Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kebakaran dan tetap menjauhi lokasi kejadian guna menghindari risiko bahaya lanjutan, termasuk kemungkinan ledakan susulan.
Lurah Tanah Mas, Ridowan, juga mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.
“Untuk kronologinya masih belum jelas, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain. Yang pasti kebakaran terjadi pada kapal tangki di area doking perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan tempat perbaikan kapal, yang biasa digunakan untuk memperbaiki kapal tongkang maupun tugboat, termasuk aktivitas seperti pengelasan pada bagian kapal.
Ridowan juga meluruskan kabar yang beredar terkait aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di lokasi tersebut.
“Tidak ada aktivitas bongkar muat BBM di sana. Tempat itu murni untuk perbaikan kapal,” tegasnya.
Terpisah, Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menyelidiki peristiwa tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra melalui Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masharsono.
Ia mengatakan, dalam prosesnya, penyidik bekerja sama dengan tim identifikasi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran."Kasus kebakaran ini ditangani Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalteng. Saat ini masih dalam penyelidikan, bekerja sama dengan Tim Identifikasi," ujar Masharsono, Minggu (29/3).
Menurutnya tidak menutup kemungkinan, penanganan kasus ini juga akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut, terutama dalam mengungkap penyebab kebakaran secara ilmiah. Ia menegaskan, polisi juga masih mengumpulkan bahan keterangan dan bukti di lapangan.
KSOP Sampit dan PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS) Apresiasi Upaya Pemadaman
Terpisah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mengapresiasi aksi cepat, sinergi, dan kekompakan berbagai instansi dalam penanganan kebakaran kapal TB Batara VII itu.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian menyampaikan duka cita atas musibah yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Ia mengatakan, saat kejadian dirinya bersama Capt. Indra Novel (Kasie KBPP), Herianto (Kasie SHSK), dan jajaran langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan insiden.
Setibanya di lokasi, KSOP segera berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga penanganan dapat dilakukan secara maksimal dan terpadu.
“Fokus utama saat kejadian adalah memadamkan kebakaran. Kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran setempat, Ditpolairud Polda Kalteng, Polres Kotim, PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pelindo Cabang Sampit, Pos SAR Sampit, PMI Kotawaringin Timur, BPBD Kotawaringin Timur, PT Nusantara Docking Sejahtera, serta instansi terkait lainnya bersinergi agar kejadian dapat segera tertangani,” papar Hotman, Minggu (29/3).
Selain itu, KSOP juga melakukan mitigasi risiko dengan menurunkan kapal patroli KPLP serta kapal TB Semar Duapuluh Sembilan yang dioperasikan oleh PT Pelindo Marine Service Cabang Sampit dari sisi perairan, guna mendukung percepatan pemadaman.
Koordinasi juga dilakukan dengan PT Pertamina Trans Kontinental yang memberikan bantuan foam extinguisher (bahan pemadam berbentuk busa) untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi.
Hotman menilai, kebakaran kapal TB Batara VII merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun. “Sinergi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh instansi menunjukkan komitmen dan kebersamaan dalam menangani kejadian ini,” tegasnya.
Sementara itu, Capt. Indra Novel menyampaikan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Hingga saat ini, tercatat satu orang mengalami luka-luka, satu orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, pimpinan PT Nusantara Docking Sejahtera, Seftervianus Franklin (Hansen), juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan insiden tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan Dinas Pemadam Kebakaran Kotim, Ditpolairud Polda Kalteng, Polres Kotawaringin Timur, KSOP Kelas III Sampit, PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pelindo Marine Service Cabang Sampit, PMI Kotim dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut,” pungkasnya. (oes/ktr-2/sir/yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama