SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran besar yang melanda kawasan dermaga PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS) di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu sore (28/3/2026), mengakibatkan dampak tragis. Terdapat korban jiwa, korban luka, hingga korban yang masih dinyatakan hilang.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengungkap, api membakar kapal dan tongkang di area dermaga.
Insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar, terlebih setelah terdengar beberapa kali ledakan yang diikuti kobaran api besar dan asap hitam pekat membumbung tinggi di tepi Sungai Mentaya.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat KotimHerry Wahyudi, mengungkapkan bahwa dari hasil penanganan di lapangan, tercatat tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Data sementara, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka di bagian kepala, dan satu orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Korban meninggal bahkan ditemukan dalam kondisi mengenaskan, yang memperkuat dugaan bahwa kebakaran berlangsung dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, proses pencarian terhadap satu korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Basarnas dan kepolisian perairan.
Adapun kronologi, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas di area yang berkaitan dengan bahan bakar minyak (BBM).
Sifat BBM yang sangat mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
"Namun kami juga menerima laporan di lapangan yang menyebut adanya dugaan pemicu awal dari sambaran petir yang mengenai peralatan di tongkang, kemudian memicu ledakan sebelum api membesar," jelasnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus berjibaku selama hampir tiga jam hingga api berhasil dilokalisir, sebelum akhirnya dilanjutkan tahap pendinginan dan pemeriksaan akhir.
Baca Juga: Bus Jamaah Umrah Terbakar di Madinah, Kemenhaj Minta Kompensasi Pihak yang Bertanggung Jawab
Besarnya kobaran api, ditambah adanya bahan mudah terbakar di lokasi, menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
Namun berkat kerja keras berbagai pihak, api akhirnya dapat dikendalikan dan tidak meluas lebih jauh.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, identitas para korban juga masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar di kawasan dalam beberapa waktu terakhir. Aspek keselamatan kerja dan pengelolaan bahan berbahaya di area pelabuhan juga menjadi sorotan hingga mengakibatkan korban. (oes)
Editor : Slamet Harmoko