Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebakaran Lahan Terus Terjadi, dan Kekeringan mulai Melanda Kalteng.Hampir Seribu Warga Perlu Pasokan Air Bersih 

Agus Jaka Purnama • Jumat, 27 Maret 2026 | 22:15 WIB

Warga di Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan, saat mendapat pasokan air bersih.
Warga di Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan, saat mendapat pasokan air bersih.

SAMPIT,radarsampitjawapos.comPrediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan memasuki musim kemarau tahun ini, mulai terwujud. Di samping itu, peristiwa kebakaran lahan mulai masif terjadi, dan berpotensi mengundang meluasnya bencana.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan perhatian serius terhadap bencana kekeringan esktrem di Desa Natai Baru, di Kecamatan Arut Selatan.

Diinformasikan, kekeringan ekstrem di Desa Natai Baru ini, berdampak kepada sebanyak 177 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 712 jiwa di 7 RT. Diperkirakan warga terdampak bisa mencapai ribuan. Mengingat masih ada 5 RT yang masih belum terdata.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana mengatakan, BPBD Kobar selama tiga hari berturut telah mendistribusikan air bersih ke Desa Natai Baru untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Hari pertama kita distribusikan air bersih sebanyak 16000 liter hingga hari ini kita terus pasok air bersih agar kebutuhan air bersih untuk masyarakat tercukupi," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan beberapa unit mobil tangki water suplai, tambahan air bersih disalurkan dan ditampung di bak Pamsimas desa setempat dan di bak yang terbuat dari terpal. Nantinya masyarakat yang datang ke Pamsimas untuk mengambil air sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurutnya, untuk distribusi air bersih yang dilaksanakan Jumat (27/3) kemarin, difokuskan untuk kebutuhan warga di RT 04, 06, 07, 10 dan RT 11. Dari total 9 mobil tangki yang dikerahkan total ada sebanyak 36 ribu liter air bersih yang telah disalurkan.

Ia menegaskan, bagi warga di lingkungan yang belum terjangkau, maka disarankan untuk terlebih dahulu mengambil air bersih di tower Pamsimas, yang berada di tengah desa.

Andan menambahkan,  sumber air bersih yang didistribusikan bagi warga Desa Natai Baru merupakan air dari sumber yang ada di kantor BPBD dan telah menjalani uji kesehatan. "Sumber air di kantor kami sudah diperiksa dan PH air bagus sedan hingga layak untuk di konsumsi," terangnya.

Seiring kekeringan yang mulai terjadi itu. BMKG mendeteksi lima titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam terakhir. Sebaran titik panas ini terpantau di empat kecamatan dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Berdasarkan data satelit, Kecamatan Antang Kalang menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni dua titik di Desa Tumbang Ngahan.

Sementara tiga titik lainnya tersebar masing-masing satu titik di Kelurahan Ketapang (Kecamatan Mentawa Baru Ketapang), Desa Tangkarobah (Kecamatan Mentaya Hulu), dan Desa Tumbang Tilap (Kecamatan Bukit Santuai).

Tingkat kepercayaan tinggi pada kelima titik tersebut mengindikasikan adanya sumber panas signifikan di permukaan tanah, baik akibat aktivitas pembakaran lahan maupun faktor suhu ekstrem lainnya.

Kondisi ini menjadi peringatan serius lantaran sebagian wilayah Kotim masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar berdasarkan analisis parameter cuaca terbaru.

Meski demikian, BMKG memprakirakan wilayah Kotim berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam 24 jam ke depan. Potensi pertumbuhan awan hujan terpantau cukup tinggi, namun hal itu dinilai belum sepenuhnya mampu menghilangkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG pun mengimbau masyarakat, terutama di zona merah hotspot, untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar guna mencegah perluasan kebakaran lahan.

Sementara itu, kebakaran lahan masih terus terjadi. Seperti di sebuah lahan milik pribadi di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sejak Kamis (26/3).

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan,  lahan yang terbakar merupakan milik seorang warga bernama Muhajirin. Namun saat kejadian, pemilik lahan mengaku tidak mengetahui adanya kebakaran di area tersebut.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian, karena kebakaran bisa terjadi tanpa terpantau langsung oleh pemilik lahan,” ujarnya.

Tim BPBD bersama Manggala Agni bergerak ke lokasi setelah menerima laporan hasil pengecekan lapangan. Setibanya di lokasi, api sebenarnya sudah padam, namun masih menyisakan asap di sejumlah titik, terutama pada lapisan tanah gambut.

Mencegah kebakaran kembali muncul, tim gabungan melakukan proses pendinginan secara intensif selama kurang lebih enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

Multazam mengungkapkan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 0,95 hektare, dengan vegetasi berupa semak belukar. Karakter tanah gambut membuat api berpotensi tersimpan di bawah permukaan, sehingga pendinginan menjadi langkah krusial.

Lokasi kebakaran berada sekitar 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda, dengan akses masuk melalui jalan Desa Eka Bahurui. Sumber air diambil dari parit atau saluran terdekat, sementara tim menggunakan peralatan seperti pompa portable, selang, dan nozzle untuk memastikan bara benar-benar padam.

Multazam kembali menegaskan,  kondisi ini menjadi peringatan dini bagi semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca yang mulai mengering.

“Meski api terlihat padam, bara di lahan gambut bisa bertahan dan memicu kebakaran kembali. Karena itu, pemantauan dan penanganan harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.

Setelah proses pendinginan selesai, tim melakukan pengecekan peralatan dan kembali ke kantor BPBD. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan lahan perlu ditingkatkan, guna mencegah kebakaran yang terjadi tanpa terdeteksi sejak awal.

Selain di lokasi itu, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Bumi Raya I Gang Bumi Baru 17 Nomor 1, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Jumat siang (27/3). Beruntung, api berhasil cepat dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Operasi Panjang 6 Jam, BPBD Kotim Pastikan Karhutla Bengkuang Makmur Padam Total

Informasi kejadian diterima petugas sekitar pukul 11.32 WIB dari pelapor bernama Norsaadah melalui grup WhatsApp Humas. Tak berselang lama, tim dari Peleton III Damkarmat langsung bersiap menuju lokasi.

Dalam penanganan ini, satu unit mobil tangki pemadam dikerahkan bersama lima personel, yakni Syamsul Arifin sebagai pengemudi, serta Bambang Ari Wibowo, Ariyadi, Septian Nurdin Sutanto, dan Dina Norsa Anggraini sebagai anggota.

Petugas bergerak ke lokasi pukul 11.48 WIB dan tiba pada 12.19 WIB. Dua menit kemudian, operasi pemadaman langsung dimulai.“Setibanya di lokasi, petugas melakukan size up atau penilaian awal sebelum melakukan pemadaman,” Kepala Peleton Piket Disdamkarmat Kotim,‎ Supriansyah.

Api yang membakar lahan kosong berupa semak belukar dengan luas sekitar 18 x 12 meter persegi itu berhasil dilokalisir dalam waktu singkat, yakni pada pukul 12.27 WIB. Pendinginan dilanjutkan pukul 12.29 WIB untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga pukul 12.57 WIB sebelum akhirnya operasi dinyatakan selesai pada 13.07 WIB. Tim kembali ke markas pukul 13.25 WIB.(oes/tyo/ang/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#pasokan air bersih #kobar #sampit #kekeringan ekstrem #kalteng #kebakaran lahan