Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz. Kapal Indonesia Dikabarkan masih Tertahan

Agus Jaka Purnama • Jumat, 27 Maret 2026 | 17:50 WIB

Salah satu kapal tanker Indonesia yang mengangkut bahan bakar melalui perairan internasional
Salah satu kapal tanker Indonesia yang mengangkut bahan bakar melalui perairan internasional

radarsampitjawapos.com-Pemerintah Iran telah menyatakan memberikan izin dan kelonggaran kepada kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai sahabat, untuk melintasi Selat Hormuz.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan saluran televisi satelit Lebanon, Al Mayadeen, Kamis (26/3).

Seperti dilansir dari Antara, Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk memberikan akses yang sama kepada kapal-kapal yang dianggap sebagai pihak lawan.

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah Iran, Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

"Banyak pemilik kapal, atau negara pemilik kapal-kapal tersebut, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan keselamatan pelayaran mereka melalui selat," ujar Araghchi.

"Seperti yang Anda lihat dalam pemberitaan: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal India melintas beberapa malam lalu, begitu pula dari negara lain, bahkan Bangladesh, saya kira. Negara-negara ini berbicara dan berkoordinasi dengan kami, dan hal ini akan terus berlanjut di masa depan, bahkan setelah perang berakhir," lanjutnya.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang terus meningkat di sekitar Iran memicu terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional. Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump masih terus mendesak Iran agar menerima proposal gencatan senjata yang diajukan. Amerika Serikat telah menyampaikan 15 poin persyaratan, namun hingga kini belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah Iran. Sementara itu, operasi militer AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran masih berlangsung, meskipun beberapa tokoh penting Iran dilaporkan telah tewas.

Terbaru, dampak kelonggaran tersebut,  harga minyak dunia mengalami pelemahan pada Jumat (27/3). Hal itu diperkuat dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang juga menyebut Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.

Trump menilai, keputusan Iran itu merupakan bentuk iktikad baik di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung antara kedua pihak.

“Mereka mengatakan akan membiarkan delapan kapal minyak berlayar sebagai tanda keseriusan. Kemudian mereka menambahkan dua kapal lagi, sehingga totalnya menjadi 10 kapal,” ujarnya, seperti dikutip dari CNBC.

Terkait nasib dua kapal tanker Indonesia, dari Pertamina yang dikabarkan masih tertahan di Selat Hormuz, informasi dari Kementrian Luar Negeri RI menyebutkan, KBRI di Teheran , terus berkoordinasi terkait hal tersebut.

Dalam perkembangannya,  terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait untuk aspek teknis dan operasional, agar kapal Indonesia bisa turut melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, Data pelayaran Kpler menunjukkan hanya 99 kapal yang melewati selat sempit tersebut sepanjang bulan ini, atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.

Padahal sebelum perang, sekitar 138 kapal melintasi selat itu setiap hari, berdasarkan data Joint Maritime Information Centre. Kapal-kapal itu diandalkan untuk membawa seperlima pasokan minyak global. (nan/din/jpc)

 

 

 

 

 

 

 
Editor : Agus Jaka Purnama
#selat hormuz #iran #donald trump #Teheran #kapal tanker