Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bahaya! Mayoritas Wilayah di Kalteng Berstatus Sangat Mudah Terbakar, Salah Satunya Kotim

Usay Nor Rahmad • Kamis, 26 Maret 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran lahan hingga Rabu malam (25/3 /2026) di wilayah Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum dapat diatasi secara keseluruhan. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan hingga Rabu malam (25/3 /2026) di wilayah Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum dapat diatasi secara keseluruhan. (BPBD Kotim)

 
SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur merilis potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.

Berdasarkan analisa parameter cuaca, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada 26 Maret 2026 didominasi kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi ini ditandai dengan luasnya area berwarna merah pada peta potensi karhutla yang dirilis BMKG.

Wilayah dengan status tersebut menunjukkan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, terutama pada lahan kering dan gambut yang mudah tersulut api.

Sementara itu, pada 27 Maret 2026, kondisi mulai bervariasi. Sejumlah wilayah bagian selatan hingga tengah Kalimantan Tengah mengalami penurunan tingkat kerawanan menjadi kategori aman hingga tidak mudah terbakar.

Meski demikian, area bagian barat dan utara masih didominasi kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Dalam keterangan BMKG, klasifikasi potensi kebakaran dibagi menjadi empat kategori, yakni aman (biru), tidak mudah terbakar (hijau), mudah terbakar (kuning), dan sangat mudah terbakar (merah).

Tak hanya itu, BMKG juga mencatat pada 25 Maret 2026 terdeteksi satu titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Bukit Santuai, tepatnya di Kelurahan Tumbang Tilap, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kemunculan hotspot tersebut mengindikasikan adanya potensi kebakaran yang perlu diwaspadai sejak dini, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

Sejumlah pihak menduga, sebagian besar penyebab kebakaran yang terjadi belakangan ini dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Praktik ini dinilai semakin berisiko karena memanfaatkan kondisi daratan yang kering, sehingga api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Perubahan tingkat kerawanan ini dipengaruhi oleh dinamika cuaca seperti kelembapan udara, suhu, serta curah hujan yang terjadi di masing-masing wilayah.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Aktivitas pembakaran lahan diminta untuk tidak dilakukan guna mencegah meluasnya kebakaran.

Selain itu, instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan, mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah dan memicu kebakaran dalam waktu singkat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #mudah terbakar #kotim #kalteng #karhutla