Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petani Beralih ke Pupuk Kandang, Imbas Harga Pupuk Kimia Terus Melonjak

Rado. • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:30 WIB

SUBUR : Luasnya lahan sawah menjadi salah satu potensi pertanian di Pulang Pisau. (Istimewa)
SUBUR : Luasnya lahan sawah menjadi salah satu potensi pertanian di Pulang Pisau. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga pupuk non-subsidi mendorong petani di Sampit mencari alternatif untuk menjaga produktivitas tanaman. Salah satu langkah yang kini banyak dilakukan adalah beralih ke penggunaan pupuk kandang.

Seorang petani, Adib, mengaku mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan beralih memanfaatkan pupuk organik dari berbagai sumber, seperti kotoran walet, ayam, hingga sapi.

“Sekarang lebih banyak pakai pupuk kandang. Yang penting tanaman tetap dapat nutrisi, karena kalau mengandalkan pupuk kimia terus biayanya tidak sanggup,” ujarnya.

Menurut Adib, penggunaan pupuk kandang tidak hanya diterapkan pada tanaman pangan, tetapi juga mulai digunakan untuk tanaman perkebunan seperti kelapa sawit.

“Untuk sawit juga sudah mulai pakai pupuk kandang, karena harga pupuk kimia terus naik,” katanya.

Di pasaran, harga pupuk kandang relatif lebih terjangkau meski bervariasi tergantung jenis dan kualitas. Pupuk kandang campuran dijual sekitar Rp15 ribu per sak, sementara pupuk kandang murni seperti kotoran ayam mencapai Rp70 ribu per sak dengan berat sekitar 40 kilogram.

Salah satu penjual pupuk kandang, Azhar, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring lonjakan harga pupuk non-subsidi.

“Sekarang banyak petani yang beralih ke pupuk kandang. Permintaan mulai naik,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika stok lokal tidak mencukupi, pihaknya berencana mendatangkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kalau stok kurang, kemungkinan akan ambil dari luar daerah,” katanya.

Menurutnya, kondisi kenaikan harga pupuk kimia saat ini juga membuka peluang usaha baru di sektor pupuk organik.

Peralihan ke pupuk kandang menjadi salah satu strategi petani untuk menekan biaya produksi di tengah lonjakan harga pupuk yang masih berlangsung.

Kenaikan tersebut tidak lepas dari pengaruh kondisi geopolitik global yang berdampak pada bahan baku pupuk, mengingat sebagian besar masih bergantung pada impor dari luar negeri. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#melonjak #harga pupuk #pupuk kandang #pupuk organik