PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Arus balik pemudik Lebaran ke Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal terjadi lonjakan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, menjelang akhir Maret 2026.
Sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang arus mudik tahun ini sekitar lima hingga tujuh persen dibandingkan hari biasa. Pada hari normal, pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut berkisar antara 2.000 hingga 2.200 orang per hari.
Seperti pada puncak arus mudik H-2 dan H-1 Lebaran, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 4.100 orang dalam sehari.
Plt Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan menyampaikan, puncak arus balik Idulfitri 2026 diperkirakan terjadi pada 27 hingga 29 Maret nanti atau H+6 dan H+8 Lebaran.
“Prediksi untuk arus balik terjadi pada 27 Maret atau H+6 setelah Lebaran. Kami memperkirakan jumlah penumpang mencapai sekitar 3.900 orang,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan penumpang pesawat diperkirakan terjadi pada rute kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Hal ini seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya warga ke tempatnya bekerja.
I Made Darmawan menambahkan, mengantisipasi kepadatan, pihak bandara telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk pembentukan Posko Terpadu yang melibatkan berbagai unsur aparat pemerintah terkait. ”Kami inginkan arus balik aman, tertib, dan penuh rasa tenang hingga penumpang tiba di tujuan,”imbuhnya.
Sementara itu, jajaran Polresta Palangka Raya melalui personel Satsamapta Objek Vital (Satpamobvit) disiagakan penuh di Bandara Tjilik Riwut, guna memastikan keamanan dan ketertiban aktivitas penerbangan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Idulfitri.
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup area keberangkatan dan kedatangan penumpang. Petugas juga intens melakukan pemantauan situasi di seluruh lingkungan bandara untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolresta Palangka Raya Dedy Supriadi menyatakan, kesiapsiagaan personel menjadi prioritas utama dalam menghadapi lonjakan arus balik.
“Personel kami disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas arus balik berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat merasa nyaman saat melakukan perjalanan,” pungkasnya, Selasa (24/3/2026).
Dedy menambahkan, selain pengamanan, personel kepolisian juga aktif berkoordinasi dengan pihak bandara dan instansi terkait. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal di tengah potensi kepadatan.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama