Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penumpang dari Pelabuhan Kumai Rela Berdesakan di Kapal Demi Mudik ke Pulau Jawa

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 20 Maret 2026 | 06:00 WIB

 

Ratusan pemudik yang tidak kebagian tempat terpaksa ngemper di bagian luar kapal, saat berlayar ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kotawaringin Barat.
Ratusan pemudik yang tidak kebagian tempat terpaksa ngemper di bagian luar kapal, saat berlayar ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kotawaringin Barat.

NANGA BULIK,radarsampitjawapos.com- Mudik bagi sebagian orang adalah suatu kewajiban. Terutama setiap jelang hari raya Idulfitri. Apapun di tempuh demi bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman.

Salah satunya bagi Paryono, ia mengaku harus menabung sejak berbulan-bulan sebelumnya demi bisa mudik. Karena ia tahu, perjalanan mudiknya cukup jauh dan memakan biaya besar.

"Pulang kampung setahun sekali itu seperti keharusan, karena kita sudah bekerja sebelas bulan di perantauan, untuk siapa lagi kalau bukan untuk keluarga. Jadi ini adalah momen yang paling kita tunggu, " ungkap salah satu buruh sawit di perusahaan perkebunan di Lamandau ini.

Dengan semakin mahalnya tiket pesawat dan sulitnya mendapatkan tiket, ia pun terpaksa memilih naik kapal laut untuk menghemat biaya. Walaupun harus menempuh perjalanan 24 jam di atas laut,   berdesakan dengan penumpang lain yang juga tidak mendapatkan tempat tidur, baginya tak jadi masalah. Angin laut yang menusuk kulit ditahannya dengan selembar kain sarung.

" Tiket kapal aja rebutan, saya dapat harga Rp800 ribu, masih nggak dapat tempat juga, terpaksa di emperan gini, yang penting bisa balik,” tukas Paryono.

Ia mengaku rela hidup prihatin di perantauan demi agar anak dan istrinya hidup enak di kampung. Ia juga telah menyiapkan uang yang cukup untuk berbagi dengan sanak saudara di kampung, agar ia terlihat sukses di perantauan. Kerinduannya terhadap keluarga, mengalahkan rasa lelahnya.

" Orang kampung taunya kita kerja di Kalimantan pulang bawa uang banyak. Bahkan ada yang sampe ngutang demi bisa mudik,” tandas Paryono.(mex/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#mudik #pelabuhan Panglima Utar Kumai #berdesakan #Kotawaringin Barat (Kobar) #Pangkalan Bun #rela berdesakan