PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Bank Indonesia (BI) menyiapkan Rp185,6 Triliun uang tunai untuk Lebaran 1447 Hijriah/2026.
Nilai tersebut naik 15persen dari tahun sebelumnya, guna memenuhi lonjakan kebutuhan tunai di masyarakat.
Dana tersebut dialokasikan pada pengisian ATM, CRM, hingga layanan penukaran uang baru.
Sementara di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kepala BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan, kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun ini diprediksi mencapai Rp3,28 triliun.
“Jumlah tersebut meningkat sekitar 91,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan. Terutama sektor perdagangan, transportasi, dan konsumsi,” ujarnya, Selasa (17/3).
Demi memenuhi kebutuhan tersebut, BI menyiapkan berbagai pecahan uang kecil yang banyak dibutuhkan masyarakat. Pecahan yang disediakan meliputi Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000.
Yuliansah menjelaskan, bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026, BI meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI), untu kemudahan akses penukaran uang melalui website resmi PINTAR. ayanan tersebut menyasar berbagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kas keliling hadir di sejumlah lokasi strategis seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali di Kota Palangka Raya.
Selain itu, menyasar lokasi tematik seperti pondok pesantren, kawasan wisata, serta masjid-masjid yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
BI juga menyiagakan kas keliling di jalur mudik Trans Kalimantan.
Beberapa rest area strategis disiapkan sebagai titik layanan bagi para pemudik yang membutuhkan uang tunai secara cepat dan aman.
“Total kuota penukaran uang baru di Kalteng mencapai 11.180 paket. Setiap paket bernilai Rp5,3 juta,” sebutnya.
Yuliansah juga mengungkapkan, distribusi uang juga diperkuat melalui lima kas titipan yang tersebar di beberapa daerah, yakni Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit.
Intensitas distribusi uang ke wilayah tersebut ditingkatkan selama Ramadan. guna memastikan ketersediaan uang layak edar tetap mencukupi.
Selain memperluas layanan kas keliling, BI juga memperkuat layanan penukaran uang melalui website PINTAR di alamat pintar.bi.go.id. BI juga menghimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang baru hanya melalui jalur resmi menggunakan website PINTAR.
Hal itu menghindari berisiko masyarakat menerima uang palsu atau jumlah lembar yang tidak sesuai.
Terpisah, salah satu praktisi UMKM di Kotim Rahmat Noor turut memperkirakan, menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, perputaran uang di Kabupaten Kotim (Kotim) meningkat tajam.
“Nilainya bahkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Peningkatan ini terjadi karena masyarakat mulai ramai berbelanja kebutuhan lebaran, ditambah dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan aktivitas ekonomi yang makin hidup,” pungkasnya.
Rahmat menambahkan, biasanya menjelang Lebaran, jualan meningkat. Terutama makanan, kue kering, dan kebutuhan untuk ber hari raya.
Namun, ia mengingatkan bahwa banyaknya uang yang beredar belum tentu berarti masyarakat benar-benar lebih sejahtera.“Uang memang lebih banyak berputar, tapi itu karena kebutuhan meningkat. Bukan berarti masyarakat punya uang lebih,” cetusnya. (daq/ang/gus)
Editor : Slamet Harmoko