SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Usaha parsel rumahan menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dengan modal yang relatif kecil, pelaku usaha dapat meraih keuntungan dari meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bingkisan Lebaran.
Salah seorang pelaku usaha parsel rumahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Fitri, mengaku mulai menjalankan usaha tersebut sejak 2020 setelah melihat peluang yang cukup besar setiap menjelang hari raya.
“Awalnya saya melihat peluang bisnis menjelang Idulfitri karena banyak orang yang ingin memberikan bingkisan kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja. Selain itu, usaha ini bisa dijalankan dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar,” kata Fitri, Senin (16/3/2026).
Menurut Fitri, usaha parsel dapat dimulai dengan modal sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk membeli berbagai bahan seperti biskuit, sirup, keranjang, plastik pembungkus, serta pita untuk dekorasi.
“Dari modal tersebut sudah bisa dibuat beberapa parsel dengan harga jual yang lebih tinggi, sehingga tetap mendapatkan keuntungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, permintaan parsel biasanya mulai meningkat dua hingga tiga minggu sebelum Idulfitri. Bahkan tahun ini jumlah pesanan dinilai lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Permintaan tahun ini cukup meningkat. Banyak pelanggan yang memesan lebih awal, terutama untuk kebutuhan kantor dan hadiah bagi relasi,” tambahnya.
Jenis parsel yang paling diminati umumnya berisi makanan dan minuman seperti kue kering, sirup, cokelat, dan biskuit. Selain itu, ada pula pelanggan yang memesan parsel dengan isi kebutuhan rumah tangga seperti sembako dapur.
Untuk menghadapi persaingan usaha, Fitri berupaya menawarkan desain parsel yang menarik dengan variasi harga yang menyesuaikan kemampuan pembeli.
“Saya biasanya menyesuaikan isi parsel dengan kebutuhan pasar dan kemampuan pembeli. Kemasan juga dibuat rapi dan menarik menggunakan keranjang, kotak plastik, pita, dan dekorasi agar terlihat lebih elegan,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam menjalankan usaha parsel rumahan, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari raya.
“Tantangan yang sering dihadapi adalah keterbatasan waktu dan tenaga untuk merakit parsel dalam jumlah banyak, menjaga kualitas isi parsel, serta memastikan pesanan selesai tepat waktu,” pungkasnya. (ktr-2).
Editor : Slamet Harmoko