Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ikon Jelawat Jadi Saksi Haru Perpisahan Pemudik di Pelabuhan Sampit

Usay Nor Rahmad • Senin, 16 Maret 2026 | 11:55 WIB

Para pengantar pemudik tetap setia menunggu kapal berlayar di Ikon Jelawat demi melambaikan tangan kepada keluarga atau kerabat yang mudik. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Para pengantar pemudik tetap setia menunggu kapal berlayar di Ikon Jelawat demi melambaikan tangan kepada keluarga atau kerabat yang mudik. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Suasana haru mewarnai kawasan Ikon Jelawat Sampit, Senin (16/3/2026). Tempat yang berada di dekat Pelabuhan Sampit itu kembali menjadi saksi perpisahan keluarga yang mengantar kerabatnya mudik menjelang Lebaran.

Salah satunya dialami Jasminah, warga Kecamatan Kota Besi. Perempuan paruh baya itu datang untuk mengantar dua cucunya yang mudik ke Wonosobo bersama ayah mereka.

Meski bukan kali pertama berpisah, momen kali ini terasa berbeda bagi Jasminah. Ia mengaku sedih karena harus merayakan Lebaran tanpa kehadiran kedua cucu yang selama ini selalu menemaninya.

“Biasanya Lebaran kumpul di rumah. Sekarang mereka ikut ayahnya pulang kampung, jadi terasa sepi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di kawasan Ikon Jelawat, warga yang mengantar pemudik memang sering berkumpul untuk melihat kapal yang membawa keluarga mereka berangkat dari pelabuhan. Dari lokasi itu, mereka masih bisa melambaikan tangan ketika kapal perlahan meninggalkan dermaga.

Ikon Jelawat menjadi tempat menunggu kapal berangkat bagi pengantar karena hanya diperbolehkan sampai di depan terminal pelabuhan. Setelah itu, penumpang melanjutkan perjalanan menuju kapal.

Saat musim mudik seperti sekarang, kawasan sekitar Ikon Jelawat menjadi lebih ramai dari biasanya. Banyak warga datang untuk mengantar sekaligus melepas kepergian keluarga mereka yang pulang kampung.

Tak sedikit pula yang memilih berdiri di tepi kawasan tersebut, menunggu hingga kapal benar-benar berlayar sambil melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sementara.

Bagi warga, tempat ini bukan sekadar ikon kota, tetapi juga menjadi ruang penuh kenangan tempat bertemu sekaligus berpisah dengan orang-orang tercinta.

Harapan mereka pun sederhana. Keluarga yang mudik dapat tiba dengan selamat di kampung halaman dan kembali lagi ke Kotawaringin Timur setelah perayaan Lebaran usai. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#mudik #jelawat #sampit #kotim #kalteng