PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Tragedi kebakaran besar kembali terjadi di Palangka Raya di dalam bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi ini. Baru-baru tadi, dalam waktu berdekatan api kembali mengamuk di dua lokasi, pada Selasa (10/3).
Dalam rentang hanya beberapa jam, puluhan bangunan hangus terbakar dan memaksa ratusan warga kehilangan tempat tinggal, sehingga harus mengungsi.
Pada hari itu, kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 15.36 WIB di Jalan Pantai Cemara Labat, kawasan Pahandut Seberang. Dalam kejadian tersebut, satu unit rumah milik Ato (55) ludes terbakar, dan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Beberapa jam kemudian, kebakaran yang jauh lebih besar terjadi di Gang Suka Maju, Jalan Dr Murjani, belakang Teknik Ban, sekitar pukul 18.17 WIB. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.
Akibatnya, sekitar 25 rumah warga dan sembilan barak dengan puluhan pintu kamar hangus terbakar. Kerugian akibat kebakaran besar ini ditaksir mencapai lebih dari Rp2 Miliar.
Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa kebakaran tersebut. Namun dalam kebakaran di kawasan permukiman padat di Jalan Dr. Murjani, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka saat berupaya menyelamatkan diri dan membantu memadamkan api.
Berdasarkan data sementara di lapangan, sekitar 137 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Saat ini para korban terpaksa mengungsi di masjid serta rumah kerabat terdekat, sambil menunggu bantuan dan pendataan dari pemerintah setempat.
Warga menduga api pertama kali muncul dari rumah milik seseorang berinisial H. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke rumah-rumah lain yang berdempetan.
Sebagian besar bangunan di lokasi diketahui berdinding kayu dengan atap seng, sehingga api dengan mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Warga yang panik sempat berusaha memadamkan api secara manual menggunakan ember dan selang air. Namun karena api sudah telanjur membesar serta kondisi lingkungan yang padat, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai unsur kemudian dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman melibatkan Unit Pemadam Kebakaran Pemprov Kalteng, Damkar Kota Palangka Raya, serta sejumlah unit pemadam swadaya masyarakat. Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB.
Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.Menurutnya, fokus utama petugas saat kejadian adalah mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman lain.
“Penyebabnya kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkapnya, karena tugas kami di lapangan adalah memastikan api cepat padam dan tidak menyebar lebih luas,” ujarnya.
Sucipto mengungkapkan, berdasarkan pendataan awal jumlah bangunan yang terbakar diperkirakan lebih dari 20 unit dan masih berpotensi bertambah setelah dilakukan pendataan yang lebih akurat.
Sementara itu, Pamapta III SPKT Polresta Palangka Raya, Ipda M Abrar mengatakan, dua peristiwa kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Kebakaran di kawasan Pahandut Seberang, Abrar menyampaikan bahwa rumah yang terbakar saat itu dalam kondisi kosong. Menurut keterangan pemilik rumah, sebelum meninggalkan rumah seluruh peralatan listrik maupun kompor telah dipastikan dalam keadaan aman.
Saat kejadian, korban bersama keluarganya diketahui sedang pergi ke Pasar Besar Palangka Raya untuk mengunjungi kerabat. “Menurut pengakuan pemilik rumah, sebelum pergi berbelanja mereka sudah mengecek kondisi kompor maupun instalasi listrik dan dipastikan aman,”terang Abrar.
Ia menambahkan, api diduga pertama kali muncul dari bagian rumah yang menghadap ke Sungai Kahayan.
Sementara itu, untuk kebakaran besar di Jalan Dr. Murjani, untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan dan sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara, oleh pihak kepolisian.
Lurah Pahandut, Reza mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak kebakaran. Berdasarkan data sementara, tercatat 11 rumah mengalami kerusakan berat dan 14 rumah rusak ringan. Selain itu terdapat sembilan barak dengan total 34 pintu yang ikut terdampak.
“Jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 36 KK dengan total sekitar 127 jiwa,” ungkapnya.
Reza memastikan, pemerintah kelurahan bersama pihak terkait telah bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan awal bagi para korban.“Kami sudah bergerak cepat melakukan pendataan. Semoga musibah seperti ini tidak terjadi lagi,” tukasnya.
Salah satu korban kebakaran, Aliyah, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya ketika api mulai membesar.Menurutnya, kobaran api menyebar begitu cepat sehingga warga hanya bisa menyelamatkan diri.
“Api sudah besar dan cepat sekali menyebar. Rumah saya habis, tidak ada yang sempat diselamatkan, cuma ini saja yang tersisa, baju yang saya pakai,” ujarnya dengan nada sedih.
Korban lainnya, Misran, mengatakan, saat kejadian dirinya sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan pompa air dan selang miliknya.Namun karena api sudah telanjur membesar dan listrik masih menyala, upaya tersebut tidak banyak membantu.
“Kami mencoba menyiram api dari rumah. Tidak sempat menyelamatkan banyak barang, hanya satu sepeda motor yang berhasil kami keluarkan,” cetusnya.
Sebelumnnya pada Sabtu 21 Februari 2026 sore lalu, kebakaran besar juga melanda kawasan padat penduduk di Jalan Mendawai Induk Gang Rawa, Komplek Sosial, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya.
Kejadian ini tercatat menghanguskan 11 rumah warga di wilayah RT 05 dan RT 01 RW 07. Bangunan terbakar mulai dari rumah tinggal hingga barak, Kerugian ditaksir lebih dari setengah miliar rupiah.
Dugaan sementara penyebabnya, api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah milik warga berinisial Ai.
Dari peristiwa tersebut, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum bisa mengungkapkan pasti, apa penyebab awal kebakaran, yang mengantarkan ratusan orang mengungsi tersebut. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama