PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Desa Kondang, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai berupa Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tahun ini, bantuan tersebut diberikan kepada 146 kepala keluarga yang ada di desa tersebut.
THR yang dibagikan bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kondang yang bergerak di sektor perkebunan.
Masing-masing kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp3.000.000, yang diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat dalam menyambut hari raya idul Fitri 1447 H.
Kepala Desa Kondang, Suhendro, menyampaikan bahwa pemberian THR kepada warga ini telah menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
Program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memanfaatkan hasil usaha BUMDes agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 jumlah bantuan yang diberikan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dikelola melalui BUMDes terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga desa.
Menurutnya, keberhasilan BUMDes dalam mengelola usaha perkebunan tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah desa berharap usaha tersebut dapat terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Pemberian THR ini semata-mata agar masyarakat Desa Kondang dapat merayakan dan bergembira dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga,” ujar Kepala Desa, Suhendro.
Pemerintah desa juga berharap tradisi berbagi dari hasil usaha desa ini dapat terus dipertahankan di tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Pendamping Lokal Desa, Dwi Harno menambahkan THR ini berasal dari kebun kelapa sawit yang dulu dibangun dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima setiap tahunnya.
"Jadi desa ini setiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk pembelian aset berupa lahan atau kebun, sedikit, demi sedikit hingga saat ini yang sudah produktif sekitar 42 Hektare," ungkapnya.
Kini lahan tersebut dikelola BUMDes setempat. Bahkan di desa ini juga telah berkembang program integrasi sawit sapi yang terbilang sukses.
"Awalnya mendapat bantuan pemerintah 11 Ekor, saat ini sudah berkembang bahkan sudah menjadi 78 ekor," beber Dwi.
Insentif atau THR kali ini merupakan tahun ketiga. Di tahun 2024 lalu masing-masing per KK hanya mendapat 300 ribu. Sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi Rp 1 Juta per KK dan tahun 2026 meningkat drastis menjadi Rp 3 Juta per KK. (sam/sla)
Editor : Slamet Harmoko