SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Permintaan tiket kapal laut untuk arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai melonjak. Bahkan, tiket keberangkatan pada 15 Maret 2026 untuk rute utama dari Sampit telah habis terjual.
Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Kacung Muhadi mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung menggunakan transportasi laut membuat sejumlah jadwal keberangkatan cepat terisi.
“Untuk puncaknya tanggal 15 Maret sudah penuh atau habis terjual. Saat ini yang masih tersedia tinggal jadwal keberangkatan tanggal 18 tujuan Semarang dan 19 tujuan Surabaya,” ujarnya.
Menurut Kacung, penjualan tiket untuk kapal KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang serta KM Kirana III tujuan Surabaya sebenar nya sudah dibuka sejak pekan lalu. Namun respons masyarakat cukup tinggi sehinggatiket penumpang cepat habis .
Ia menilai, tren pemesanan tiket kemungkinan masih akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik Lebaran.“Kalau melihat tren sekarang memang mulai ramai. Banyak masyarakat yang sudah memesan tiket lebih awal,” katanya.
Kacung menjelaskan, untuk sementara, jadwal pelayaran dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang maupun Surabaya masih tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya dan belum ada perubahan.
Terkait kemungkinan penambahan kuota penumpang melalui dispensasi, pihak PT DLU masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat . Kacung memperkirakan keputusan tersebut baru akan diterima sekitar 15 Maret 2026.
“Kalau dispensasi sudah keluar, maka penjualan tiket melalui sistem akan langsung kami buka. Namun sampai sekarang kami belum mengetahui berapa tambahan kuota penumpang yang akan diberikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila dispensasi tersebut disetujui, ada kemungkinan pihaknya kembali membuka slot tiket tambahan bagi calon penumpang.
Selain persoalan tiket, pihak perusahaan juga memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait kemungkinan penyesuaian tarif tiket.
“Untuk soal itu nanti kami koordinasikan dengan manajemen kantor pusat. Kami lihat perkembangan ke depan seperti apa,” cetus Kacung Muhadi.
Dalam melayanj angkutan mudik Lebaran tahun ini, PT DLU Cabang Sampit menyiapkan dua armada kapal, yakni KM Kirana III untuk rute Sampit–Surabaya dan KM Dharma Rucitra VI untuk rute Sampit–Semarang.
Hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang masing-masing dijadwalkan tersisa tiga kali keberangkatan. KM Kirana III dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya Rabu 11 Maret pukul 09.00 WIB, Minggu, 15 Maret pukul 12.00 WIB dan Kamis 19 Maret pukul 13.00 WIB.
Sementara KM Dharma Rucitra VI untuk rute Sampit menuju Semarang dijadwalkan berlayar pada Rabu 11 Maret pukul 12.00 WIB, Minggu 15 Maret pukul 14.00 WIB danRabu, 18 Maret pukul 24.00 WIB.
Di sisi lain, PT DLU juga terus mengantisipasi potensi gangguan cuaca selama masa angkutan mudik. Perusahaan rutin berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang secara berkala mengeluarkan prakiraan cuaca pelayaran hingga tujuh hari ke depan.
“Kalau ada kondisi cuaca buruk, kami akan berkoordinasi dengan regulator, dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit,” pungkas Kacung Muhadi.
Sementara itu sebelumnya dari pihak PT Pelni, Kepala Cabang Pelni Sampit Siti Nafillah mengatakan, pihaknya membuka posko resmi angkutan mudik lebaran, sejak 6 Maret 2026.
“Melayani arus mudik tahun ini, Pelni menyiapkan tiga armada, yakni KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu. Terdapat lima kali kunjungan kapal penumpang ke Pelabuhan Sampit dengan rute utama menuju Surabaya dan Semarang,” ujarnya, belum lama tadi.
Namun, untuk KM Kelimutu masih menunggu penyelesaian proses docking atau perawatan. “Setelah docking selesai, kapal akan langsung dioperasikan untuk mendukung angkutan mudik ,” terang Siti.
Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret, khususnya pada 16 Maret 2026 saat KM Lawit dijadwalkan berlayar menuju Semarang. Bahkan, jumlah tiket yang terjual untuk beberapa jadwal keberangkatan tleah melampaui 1.300 penumpang, meski kapasitas normal kapal sekitar 900 penumpang.
“Dengan dispensasi, kapasitas bisa mencapai sekitar 1.400 penumpang, namun tetap tidak boleh melebihi batas yang ditentukan demi keselamatan,” tegas Siti.
Ia juga mengungkapkan, peningkatan pembelian tiket mulai terasa sejak 20 Februari 2026. Tingginya antusiasme masyarakat membuat penjualan tiket melalui agen perjalanan telah ditutup, dan saat ini pembelian difokuskan melalui loket resmi Pelni maupun aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik percaloan.
Selain itu, Pelni juga memberikan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30 persen untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Harga tiket tujuan Semarang saat ini berkisar Rp181.900, sedang kan tujuan Surabaya sekitar Rp168.600. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama