Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pencurian Merajalela Selama Ramadan, Sampit 'Darurat' Maling

Usay Nor Rahmad • Rabu, 4 Maret 2026 | 22:15 WIB

Ilustrasi Maling (AI)
Ilustrasi Maling (AI)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aksi pencurian kian menggila selama bulan Ramadan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Rentetan kasus kejahatan yang terjadi hampir beruntun membuat warga resah dan menilai kondisi keamanan lingkungan berada dalam situasi darurat.

Para pelaku dinilai semakin nekat. Modus kejahatan beragam, mulai dari pembobolan rumah warga, toko, minimarket, hingga perampokan dengan senjata tajam. Sebagian besar aksi tersebut terjadi pada malam hingga dini hari, saat aktivitas warga menurun.

Ramadani, pengusaha toko sembako di Kecamatan Baamang, mengaku kekhawatiran kini menjadi hal yang sulit dihindari. Maraknya kasus pencurian membuatnya tidak tenang, terutama saat harus meninggalkan toko pada malam hari.

“Saya baca berita belakangan ini hampir semuanya soal pencurian. Bahkan ada Alfamart yang dibobol dua malam berturut-turut. Kami sebagai pengusaha tentu jadi waswas,” ujarnya.

Meski telah memasang kamera pengawas atau close circuit television (CCTV), rasa aman belum sepenuhnya dirasakan. Menurutnya, pengawasan tidak bisa dilakukan sepanjang waktu.

“CCTV memang ada, tapi tidak mungkin dipantau terus. Pernah terpikir mencari penjaga malam, tapi itu butuh biaya tambahan. Sekarang saya sering minta tolong tetangga sebelah toko untuk ikut mengecek,” katanya.

Ia berharap aparat keamanan segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar situasi kembali kondusif. Peningkatan patroli pada jam-jam rawan juga dinilai mendesak.

“Kalau pelaku belum tertangkap, tentu kami tetap khawatir. Harapannya aparat bisa bertindak tegas dan patroli diperbanyak,” tegasnya.

Sejak awal Ramadan, sedikitnya tujuh kasus pencurian dilaporkan menghebohkan warga Sampit. Di antaranya perampokan rumah warga di Jalan Pandawa yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok.

Kasus lainnya terjadi di agen BRI Link di Jalan HM Arsyad. Pelaku bersenjata tajam membawa kabur uang sekitar Rp9 juta. Percobaan pencurian juga terjadi di agen BRI Link Jalan Cristopel Mihing, meski gagal karena pelaku tidak sempat membawa uang.

Selain itu, pencurian rumah melalui jendela dilaporkan terjadi di Jalan Iskandar saat pemilik rumah melaksanakan salat tarawih, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp8,5 juta. Mesin ATM Bank Sinarmas di Jalan Ahmad Yani juga dibobol dengan kerugian sekitar Rp10 juta.

Terbaru, dua minimarket Alfamart di Jalan Ahmad Yani dibobol dalam dua malam berturut-turut. Di toko pertama, kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta, sementara toko kedua masih dalam proses penghitungan.

Maraknya kasus tersebut membuat warga berharap adanya langkah cepat dan nyata dari aparat keamanan, agar situasi keamanan selama Ramadan dapat kembali terkendali. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#darurat #pencurian #maling #sampit #kotim #Sampit Darurat Maling