Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Buaya makin Sering Mendekati Warga di Pinggiran Sampit. Biasanya Muncul Menjelang Subuh

Agus Jaka Purnama • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:00 WIB

Ilustrasi kemunculan buaya di dekat aktivitas dermaga bongkar muat di pinggiran Kota Sampit
Ilustrasi kemunculan buaya di dekat aktivitas dermaga bongkar muat di pinggiran Kota Sampit

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Kemunculan buaya besar di kawasan Sungai Mentaya kembali meresahkan warga. Kali ini, hewan predator itu mendekati aktivitas warga di pinggiran Kota Sampit, seperti di sekitar Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (3/3) pagi.

Lokasi itu tempatnya dekat dermaga H Ali, yang padat dengan aktivitas sandar perahu tradisional pengangkut pupuk dan logistik. Tak jarang warga di sekitar lokasi itu, masih memanfaatkan air sungai untuk aktivitas mandi dan mencuci.

Salah satu warga setempat, Zainuri, menyebutkan buaya kerap timbul di sekitar pelabuhan itu. Ada yang terlihat memakan sampah yang mengapung di sungai.“Subuh tadi (red: kemarin) muncul lagi di dekat Pelabuhan H Ali, sekitar Iskandar 30. Sering muncul di kawasan di situ. Semoga tak ada korban,” ujarnya.

Menurut warga, buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang lebih dari lima meter. Kemunculannya bukan kali pertama, karena dalam beberapa waktu terakhir buaya di Sungai Mentaya semakin sering terlihat di kawasan itu. Terutama pada malam hingga dini hari.

Fenomena ini sejalan dengan pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan buaya kerap “nongkrong” di pinggir Sungai Mentaya pada malam hari.

Kemunculan buaya di kawasan padat aktivitas warga dinilai semakin mengkhawatirkan, terlebih lokasi tersebut dekat dengan permukiman dan jalur transportasi air.

Warga berharap instansi terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar dilindungi itu. Pasalnya, keberadaan buaya di sekitar pelabuhan dan tumpukan sampah dinilai meningkatkan risiko serangan, terutama bagi warga yang beraktivitas di tepi sungai.

Terpisah, Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, membenarkan adanya laporan warga terkait kemunculan buaya besar di sekitar dermaga H Ali. Ia menyebutkan, pihaknya telah menerima informasi tersebut .

Meski penanganan buaya di perairan umum saat ini bukan lagi menjadi kewenangan BKSDA, pihaknya tetap akan mengambil langkah pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada warga sekitar.

Selain itu, BKSDA Resort Sampit juga berencana memasang spanduk peringatan sebagai bentuk pemberitahuan kepada warga, terkait keberadaan buaya di wilayah itu.

“Aktivitas warga di sekitar pelabuhan masih sangat tinggi, sehingga perlu ada peringatan agar warga lebih waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai, terutama pada malam hingga dini hari,” imbuh Muriansyah.

Sementara itu, hasil penelusuran Radar Sampit ke lokasi kemunculan buaya di sekitar Dermaga H Ali, menguatkan keresahan warga. Sejumlah warga menduga, buaya yang kerap muncul di kawasan tersebut bukan hanya satu ekor.

Salah satunya disampaikan Andi, warga yang rumahnya berada tepat di belakang lokasi kemunculan buaya. Ia mengaku tidak melihat langsung peristiwa tersebut, namun mendapatkan informasi dari penjaga malam di dermaga.

“Yang melihat langsung itu penjaga malam, namanya Agus. Katanya buayanya besar, diduga lagi menyantap bangkai ayam,” bebernya, Selasa (3/3).

Menurut Andi, kemunculan buaya sempat direkam penjaga malam itu, dan dari rekaman serta informasi warga lain. Warga bahkan menduga bangkai yang dimakan buaya bisa saja berada tepat di bawah kolong dermaga.

“Bisa jadi buayanya di bawah pelabuhan saja itu. Makanya kami khawatir, karena di sini buruh sering mandi di sungai. Bahkan ada juga warga yang mandi malam,” sebutnya.

Informasi serupa juga diperoleh dari anak buah kapal (ABK) yang kerap bersandar di dermaga H Ali. Mereka menyebutkan buaya diduga berasal dari arah hilir Sungai Mentaya. Awalnya dikira hanya melintas, namun belakangan diketahui singgah dan berulang kali muncul, terutama menjelang subuh.

“Kemunculannya akhir-akhir ini sering, biasanya momen mau subuh. Dulu buruh angkut dan ABK memang sering mandi, tapi setelah diberitahu ada buaya, aktivitas itu mulai dikurangi,”pungkas Andi.(oes/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kemunculan buaya #sungai mentaya #aktivitas warga #mentawa baru ketapang #bangkai ayam #sampit #meresahkan warga #Pinggiran #BKSDA Resort Sampit