Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kuota SR Terpadu di Kotim 1.080 Murid untuk Tahun 2026

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 2 Maret 2026 | 22:10 WIB

Suasana kegiatan belajar mengajar di SR Terpadu 55 Kotim, Senin (2/3).
Suasana kegiatan belajar mengajar di SR Terpadu 55 Kotim, Senin (2/3).

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat (SR) Terpadu 55 Kotim, yang telah beroperasi sejak (30/9/2025) dan sementara menempati gedung di Islamic Center Sampit, siap memperluas jangkauan. Di tahun 2026 ini, kuota untuk peserta didik atau murid, mencapai 1.080 orang.

Kepala SR Terpadu 55 Nikkon Bhastari mengatakan sekolah tersebut saat ini telah menampung 100 murid. Terdiri dari 50 orang tingkat SD dan 50 orang tingkat SMA. Seluruh murid tersebut telah ditetapkan melalui keputusan Bupati Kabupaten Kotim.

Dijelaskannya, mengenai kuota di tahun 2026 yang mencapai 1.080 murid, rinciannya yakni 540 murid untuk jenjang SD, 270 murid SMP, dan 270 murid SMA.

Menurutnya, proses penjaringan peserta didik melalui kolaborasi dengan tim Program Keluarga Harapan (PKH) dan kementerian terkait. Sekolah tidak melakukan penerimaan murid baru secara langsung. Melainkan hanya memfasilitasi dan menampung berkas calon murid yang kemudian akan diverifikasi melalui assessment.

“Tim PKH dan tim dari kementerian yang melakukan penilaian. Kami hanya melaksanakan tugas. Kalau ada masyarakat yang datang , kami tampung dulu data seperti kartu keluarga dan nomor telepon, nanti akan ditinjau,” papar Nikkon Bhastari.

Ia menambahkan, prioritas diberikan kepada murid dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial. Namun, warga yang merasa memenuhi kriteria tetap dapat mengajukan berkas untuk ditinjau.

Selain itu, data calon murid dapat diverifikasi melalui sistem Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data di dinas sosial. Jika setelah peninjauan dinyatakan melebihi kriteria, murid tersebut akan dimasukkan dalam sistem penerima manfaat.

Nikkon menambahkan, minat masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Seperti untuk jenjang SMP saja, jumlah pendaftar sudah melebihi dua rombongan belajar meski masih dalam tahap pendataan berkas. Sementara untuk SD, pihak sekolah optimis dapat membuka hingga enam rombongan belajar.

“Kemungkinan target sekitar 1.000 peserta didik bisa tercapai. Tapi tetap harus diverifikasi, karena ada ketentuan, seperti penghasilan orang tua yang menjadi salah satu indikator kelayakan ,” pungkasnya.(yn/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#pendidikan gratis #Sekolah Rakyat Terpadu #Kotawaringin Timur (Kotim) #sampit