SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Aktivitas penumpang di Pelabuhan Sampit mulai menunjukan peningkatan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Meski masa resmi angkutan Lebaran belum dimulai, Kapal Motor (KM) Lawit milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) telah memberangkatkan ratusan penumpang menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (1/3).
Kapal itu bertolak dari Sampit dengan membawa 617 penumpang. Sebelumnya, KM Lawit berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan menurunkan sebanyak 139 penumpang di Sampit.
Kepala Cabang Pelni Sampit Siti Nafillah mengatakan, peningkatan jumlah penumpang mulai terasa meski posko resmi angkutan mudik Lebaran baru akan dibuka pada 6 Maret 2026.
“Melayani arus mudik tahun ini, Pelni menyiapkan tiga armada, yakni KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu. Terdapat lima kali kunjungan kapal penumpang ke Pelabuhan Sampit dengan rute utama menuju Surabaya dan Semarang.
Namun, untuk KM Kelimutu masih menunggu penyelesaian proses docking atau perawatan. “Setelah docking selesai, kapal akan langsung dioperasikan untuk mendukung angkutan mudik ,” terang Siti.
Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret, khususnya pada 16 Maret 2026 saat KM Lawit dijadwalkan berlayar menuju Semarang. Bahkan, jumlah tiket yang terjual untuk beberapa jadwal keberangkatan tleah melampaui 1.300 penumpang, meski kapasitas normal kapal sekitar 900 penumpang.
“Dengan dispensasi, kapasitas bisa mencapai sekitar 1.400 penumpang, namun tetap tidak boleh melebihi batas yang ditentukan demi keselamatan,” tegas Siti.
Ia juga mengungkapkan, peningkatan pembelian tiket mulai terasa sejak 20 Februari 2026. Tingginya antusiasme masyarakat membuat penjualan tiket melalui agen perjalanan telah ditutup, dan saat ini pembelian difokuskan melalui loket resmi Pelni maupun aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik percaloan.
Selain itu, Pelni juga memberikan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30 persen untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Harga tiket tujuan Semarang saat ini berkisar Rp181.900, sedang kan tujuan Surabaya sekitar Rp168.600.
“Program stimulus ini kuotanya terbatas, jadi masyarakat diimbau segera membeli tiket melalui kanal resmi,” ujarnya.
Salah seorang penumpang Edi Sutomo mengaku memanfaatkan transportasi laut untuk mudik ke kampung halamannya di Jepara, Jawa Tengah. Pria dari Kabupaten Seruyan itu memilih jalur laut karena dinilai lebih terjangkau.
Baca Juga: Penipuan Tiket Kapal Makan Korban. Sejumlah Pemudik Gagal Berangkat ke Jawa
“Saya mau mudik Lebaran ke Jepara. Kebetulan ada kapal dari Sampit ke Surabaya, jadi ikut. Harga tiket sekitar Rp234 ribu,” katanya.
Edi yang telah merantau selama empat tahun treakhir itu mengaku rutin mudik setiap dua tahun sekali. Dari Surabaya, ia akan melanjut kan perjalanan darat menuju kampung halamannya.“Dari Surabaya saya sudah pesan travel. Perjalanan ke rumah di Jepara sekitar enam jam,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak KSOP Kelas III Sampit telah mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengungkapkan, rapat tersebut diikuti lintasi instansi, antara lain perwakilan Dinas Perhubungan Kotim, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, manajemen Pelindo Regional III Cabang Sampit dan Bagendang, PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Sampit, pelaku pelayaran, dan pejabat struktural KSOP.
Dijelaskannya, sejumlah kapal penumpang dijadwalkan melayani rute dari dan menuju Sampit, terutama ke Semarang dan Surabaya. Kapal KM Leuser dijadwalkan tiba dari Semarang pada 13 Maret 2026 dan kembali berangkat ke kota tujuan pada 14 Maret 2026. Sementara KM Lawit akan tiba dari Surabaya pada 15 Maret 2026 dan kembali bertolak menuju Semarang pada 16 Maret 2026.
Selanjutnya, KM Lawit kembali dijadwalkan tiba pada 25 Maret 2026 dan berangkat pada 26 Maret 2026. KM Leuser juga akan kembali melayani rute yang sama dengan jadwal kedatangan 29 Maret 2026 dan keberangkatan 30 Maret 2026.
Selain itu, armada dari Dharma Lautan Utama juga disiapkan untuk mendukung angkutan Lebaran, meskipun jadwal operasional nya masih menunggu konfirmasi.
KSOP memprediksi, jumlah penumpang angkutan laut pada Lebaran tahun ini akan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 10.551 orang yang naik dan 5.285 orang yang turun. Tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 11.078 orang naik dan 5.549 orang turun.
Menurut Hotman, peningkatan jumlah penumpang menjadi perhatian serius bagi pihaknya untuk memastikan kesiapan sarana danprasarana pendukung.
Meski demikian lanjutnya, KSOP juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang berpotensi muncul, seperti keterbatasan kapasitas parkir, kurangnya penerangan di area pelabuhan, antrean boarding tiket, serta kemacetan di akses masuk pelabuhan. Untuk mengatasi hal tersebut , dilakukan penataan ulang area parkir, penambahan an titik parkir alternatif, peningkatan penerangan, serta penambahan petugas pelayanan dari operator pelayaran.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan dengan penutupan sementara sejumlah ruas jalan di sekitar pelabuhan saat kapal tiba, guna mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus penumpang.
KSOP juga membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 yang melibatkan berbagai instansi terkait dan operator pelayaran. Posko ini sebagai pusat komando untuk mengoordinasikan opersaional, pengawasan, serta penanganan kendala di lapangan secara cepat dan terpadu.
“Kami berharap seluruh rangkaian angkutan laut Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Hotman. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama