Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tragedi Pelajar Tenggelam di Danau Eks Galian C Tak Diproses Hukum

Fahry Ilhami Samosir • Jumat, 27 Februari 2026 | 21:10 WIB

Suasana di sekitar Danau eks galian C di Jalan Bina Karya, kawasan KM 6 Jalan Sudirman Sampit, Kelurahan Pasir Putih saat diketahui ada korban tenggelam, Kamis (26/2).
Suasana di sekitar Danau eks galian C di Jalan Bina Karya, kawasan KM 6 Jalan Sudirman Sampit, Kelurahan Pasir Putih saat diketahui ada korban tenggelam, Kamis (26/2).

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Tragedi tenggelamnya seorang pelajar SMKN 2 Sampit atas nama Ananda Putra Wijaya (19) di kolam eks galian C Jalan Bina Karya, kawasan Jalan Sudirman Km 6 Sampit, Kelurahan Pasir Putih tak diproses hukum oleh aparat kepolisian.

Jajaran Polsek Ketapang hanya mengungkap kronologi kematian pemuda itu, yang ditemukan telah tewas tenggelam pada Kamis (26/2) malam, setelah dilaporkan hilang pada sore harinya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis menyatakan, kematian korban tidak ada kaitannya dengan unsur tindak pidana, melainkan murni karena tenggelam.

"Dari hasil penyelidikan sementara, korban meninggal karena murni tenggelam dan tidak ada unsur tindak pidana," ujarnya, Jumat (27/2) kemarin.

Anis menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban bersama enam temannya berenang di danau bekas galian pasir tersebut. Mereka kemudian berniat berenang dari tepi kolam menuju sebuah tunggul yang ada di tengah kolam.

Empat teman korban yakni Dwi, Desta, Pangestu dan Arjuna, terlebih dahulu berhasil mencapai tunggul. Sementara korban bersama satu temannya, Wenda, menyusul dari tepian kolam menuju ke tunggul.

Namun setelah berenang sekitar 10 meter, Wenda kelelahan dan memutuskan kembali ke tepi kolam. Sedangkan korban memilih tetap melanjutkan berenang menuju tunggul.

"Tidak lama kemudian korban berteriak meminta tolong. Namun, teman-temannya sempat mengira korban hanya bercanda hingga akhirnya korban tenggelam," bebernya.

Melihat korban yang tidak muncul ke permukaan lagi, temannya pun langsung panik dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, guna meminta bantuan untuk mencari serta menyelamatkan korban.

Tak lama, petugas gabungan pun tiba di lokasi. Pencarian kemudian dilakukan dengan melibatkan tim penyelam. Namun, korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Selanjutnya, jasad korban lalu dibawa ke RSUD Dr Murjani Sampit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil visum et repertum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kami juga berharap agar masyarakat dapat berhati-hati saat bermain atau mandi di kolam bekas galian," pungkas Anis.

Sementara itu, korban tenggelam itu sempat disemayamkan di RSUD dr Murjani Sampit setelah didapati tak bernyawa sekitar 20 meter dari bibir danau/kolam. Keluarga dan orang tua korban yang berada di Bagendang pun telah dihubungi untuk menuju Sampit setelah menerima kabar kejadian tersebut. (sir/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#pelajar tewas tenggelam #pasir putih #jalan sudirman #sampit #eks galian c #unsur pidana #Kecamatan Mentawa Baru Ketapang #proses hukum