Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kemensos–BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas, Inilah Para Calon Penerimanya

Slamet Harmoko • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:51 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menemui Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menemui Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah tak ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan setengah hati. Kali ini, fokusnya dipertajam: memastikan para lansia rentan dan penyandang disabilitas berat mendapat asupan nutrisi layak secara rutin dan terstandar.

Langkah itu ditegaskan dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum penyelarasan konsep kerja sama antar-lembaga agar program tepat sasaran dan terukur.

“Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” ujar Gus Ipul.

Program MBG untuk kelompok rentan ini merupakan penguatan dari program Permakanan yang sebelumnya dikelola Kementerian Sosial. Jika sebelumnya distribusi dilakukan secara mandiri oleh kelompok masyarakat (Pokmas), kini standar gizi akan lebih terkontrol di bawah supervisi BGN.

Penyediaan makanan akan dipusatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN. Titik-titik SPPG diklaim tersebar luas di berbagai daerah, sehingga memudahkan jangkauan layanan hingga ke level komunitas.

Agar efektif, Kemensos dan BGN membagi peran secara teknis. BGN bertanggung jawab pada produksi dan standar gizi makanan. Sementara Kemensos memastikan distribusi berjalan hingga ke rumah penerima manfaat.

“Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” jelas Gus Ipul.

Dadan Hindayana menambahkan, keberadaan SPPG di berbagai wilayah akan memangkas jarak layanan sosial.

“Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 kilometer,” ujarnya.

Menurutnya, alur distribusi dari dapur hingga ke tangan warga akan menjadi lebih singkat dan efisien.

“Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” tegasnya.

Pemerintah menetapkan kriteria ketat agar bantuan tidak salah alamat. Sasaran utama program MBG ini meliputi:

* Lansia rentan dan penyandang disabilitas berat.

* Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

* Masuk kelompok desil 1–5 (prioritas ekonomi rendah).

Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas integrasi konsep yang kini makin solid secara nasional. “Terima kasih Prof Dadan, selama ini telah membimbing kami untuk menyusun satu konsep, sehingga ini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh,” imbuhnya.

Dengan skema baru ini, pemerintah berharap tak hanya menghadirkan makanan gratis, tetapi juga memastikan kualitas gizi yang terukur—agar kelompok rentan tak sekadar bertahan, melainkan hidup lebih sehat dan bermartabat. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#lansia #disabilitas #Makan Bergizi Gratis #kemensos #BGN