SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Sejak beberapa hari memasuki bulan Ramadan, kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan warga Sampit. Tabung gas melon yang menjadi andalan rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro kian sulit ditemukan di warung-warung eceran.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain hanya untuk mendapatkan satu tabung LPG. Namun, upaya tersebut kerap berujung sia-sia lantaran stok disebut sudah kosong sejak beberapa hari terakhir.
“Sudah mutar-mutar ke beberapa warung, jawabannya sama, gas belum masuk atau sudah habis,” keluh Risna, warga Kecamatan Baamang, Senin (23/2/2026).
Kondisi ini cukup memberatkan, terlebih saat Ramadan kebutuhan memasak cenderung meningkat. LPG 3 kilogram masih menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau dibandingkan LPG nonsubsidi.
Kelangkaan gas melon ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil, seperti pedagang gorengan dan warung makan rumahan. Sebagian di antaranya mengaku terpaksa mengurangi produksi karena kesulitan mendapatkan pasokan gas.
Warga berharap distribusi LPG subsidi dapat segera kembali normal selama Ramadan. Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat agar pasokan benar-benar merata dan tepat sasaran, terutama di tingkat pengecer.
Situasi di lapangan menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap ketersediaan dan pemerataan LPG bersubsidi agar aktivitas rumah tangga dan usaha kecil tidak terganggu selama bulan puasa.
Dikonfirmasi terkait itu Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Johny Tangkere belum memberikan jawaban. Saat ini warga berharap pasokan gas dapat kembali normal hingga harganya lebih terjangkau, apalagi saat Ramadan seperti sekarang. (oes)