Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Atraksi Barongsai dan Liong Menghibur Warga Sampit

Agus Jaka Purnama • Minggu, 15 Februari 2026 | 22:20 WIB
Aksi atraksi Barongsai dan Liong Kwan Im Thang saat tampil menghibur warga di salah satu pusat berlanjaan di Sampit, Sabtu (14/2) malam.
Aksi atraksi Barongsai dan Liong Kwan Im Thang saat tampil menghibur warga di salah satu pusat berlanjaan di Sampit, Sabtu (14/2) malam.

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Perkumpulan Barongsai dan Liong Kwan Im Thang, tampil menghibur warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili. Menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan semangat menjaga tradisi lintas generasi.

Aksi mereka mendapatkan apresiasi para pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit, Sabtu (14/2) malam.

Sebelumnya, persiapan untuk tampil dilakukan dengan latihan keras di lingkungan Vihara Avalokitesvara Sampit, Sabtu (14/2) siang.

Ketua Perkumpulan Barongsai dan Liong Kwan Im Thang M Tegar Rifai mengatakan, kelompok yang berdiri sejak 2010 itu kini memiliki 25 anggota. Setiap tahun, mereka mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk memenuhi undangan tampil. Baik di rumah umat yang merayakan Imlek maupun di ruang publik. Bagi mereka, momen Imlek bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari tradisi panjang yang sarat makna.

“Biasanya undangan sudah mulai ramai mendekati imlek, bahkan di H-1 Imlek hingga Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Imlek. Bahkan dalam sehari kami bisa tampil sampai tiga kali, termasuk pada malam pergantian tahun baru Imlek, kami bisa main hingga tengah malam,” ujarnya.

Menurutnya, latihan intensif dimulai sekitar satu bulan sebelum Imlek. Hal itu penting untuk menjaga kekompakan dan kualitas pertunjukan, karena barongsai dan liong membutuhkan koordinasi banyak pemain. Latihan dilakukan hampir setiap hari selama dua hingga tiga jam.

Tegar menguraikan, atraksi kesenian asal Tingkok itu memiliki sejarah panjang dan telah diwariskan secara turun-temurun selama ribuan tahun. Tarian ini dipercaya sebagai simbol untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan serta kemakmuran. Seiring waktu, barongsai berkembang menjadi bagian penting dari perayaan budaya Tionghoa, termasuk di Indonesia, tanpa perbedaan mendasar dalam teknik maupun gerakannya.

Anggota perkumpulan Marcel Putra Rangkap menambahkan, setiap gerakan dalam barongsai memiliki teknik dan makna tersendiri. “Gerakan seperti pai, angka enam, naik kepala, hingga berdiri satu kaki membutuhkan keseimbangan dan kerja sama. Di dalam barongsai, kami terus berkomunikasi agar gerakan terlihat kompak,” terangnya.

Marcel yang mulai bergabung sejak kelas 3 sekolah dasar mengaku tertarik karena sering melihat barongsai tampil di lingkungannya, yang sengaja di undang oleh orangtuanya. Kini, saat dduk di kelas 2 SMA, ia mampu memainkan berbagai peran. Baik sebagai pemain barongsai maupun alat musik pengiring. Ia menyebut tantangan utama adalah mnejaga stamina, karena seluruh tubuh bergerak selama pertunjukan.

“Sebelum latihan biasanya kami pemanasan dan lari keliling lima sampai enam putaran,” tambah Marcel.

Menariknya, anggota perkumpulan tidak hanya berasal dari kalangan keturunan Tionghoa, tetapi juga lintas agama dan latar belakang. Usia anggota pun beragam, mulai dari 12 tahun, remaja SMA, hingga mereka yang sudah lulus sekolah.

Pemain pengiring musik Barongsai dan Liong saat menghibur warga Sampit
Pemain pengiring musik Barongsai dan Liong saat menghibur warga Sampit

Dalam waktu tiga hingga empat bulan latihan, anggota baru umumnya sudah cukup mahir untuk ikut tampil. Bahkan, di luar momen Imlek, kelompok ini masih rutin menerima undangan tampil setidaknya sebulan sekali.

Pandemi Covid-19 sempat menjadi masa sulit bagi para pemain barongsai karena aktivitas pertunjukan terhenti. Namun, semangat untuk melestarikan budaya tidak pernah padam.

“Senangnya saat tampil adalah melihat orang lain ikut senang dan terhibur. Harapan kami, semakin banyak generasi muda yang tertarik, karena barongsai ini bagian dari budaya yang perlu dilestarikan,”pungkas Marcel. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#barongsai #Perayaan Imlek 2577 #Kotawaringin Timur (Kotim) #warga sampit #liong