Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Nama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Pengamat Singgung Alarm Politik Istana

Slamet Harmoko • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:07 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Instagram Sjafrie Sjamsoeddin)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Instagram Sjafrie Sjamsoeddin)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2029. Hal itu terpotret dalam hasil survei Indonesian Public Institute (IPI) yang dirilis pada Senin (9/2).

Selain Sjafrie, survei tersebut juga mencantumkan nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebagai figur non-partai yang mulai diperhitungkan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029.

Pengamat politik Fernando Emas menilai, kemunculan nama Sjafrie menjadi salah satu temuan paling mengejutkan dalam survei tersebut. Pasalnya, Sjafrie masuk dalam 10 besar bursa capres, bersanding dengan tokoh-tokoh nasional seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Pramono Anung, Puan Maharani, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

“Posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di puncak survei memang tidak mengejutkan. Namun, masuknya nama Sjafrie membuka pertanyaan menarik, sekaligus patut dicermati dari sisi stabilitas politik pemerintahan,” ujar Fernando kepada wartawan, Selasa (10/2).

Menurut Fernando, Sjafrie bukan sosok baru dalam konstelasi kekuasaan nasional. Sebagai sahabat dekat Presiden Prabowo sekaligus mantan perwira tinggi militer, Sjafrie dinilai memiliki pengaruh kuat di lingkaran inti pemerintahan.

“Latar belakang militernya dan karakter kepemimpinannya membuat Sjafrie kerap dipandang sebagai salah satu menteri paling berpengaruh di kabinet. Namun, ketika seorang Menteri Pertahanan mulai masuk radar calon presiden, seharusnya ada alarm politik yang berbunyi,” tegasnya.

Fernando juga menyinggung laporan investigasi salah satu majalah nasional yang mengungkap adanya dinamika dan ketegangan internal di tubuh pemerintahan. Ketegangan tersebut disebut melibatkan dua tokoh dekat Presiden Prabowo, yang berbeda pandangan dalam skenario pembenahan ekonomi nasional.

“Yang menarik sekaligus menimbulkan tanda tanya adalah keterlibatan seorang Menteri Pertahanan yang cukup intens dalam isu ekonomi, padahal itu sejatinya merupakan domain kementerian lain,” ujarnya.

Menurut Fernando, situasi tersebut memunculkan pertanyaan strategis: apakah keterlibatan Sjafrie dalam isu ekonomi merupakan bagian dari upaya membangun citra sebagai pemimpin yang komprehensif, atau justru strategi politik jangka panjang menuju Pilpres 2029.

“Jika memang ada arah ke sana, Presiden Prabowo berpotensi menghadapi skenario politik yang sangat familiar dalam sejarah Indonesia,” kata Fernando.

Ia kemudian mengingatkan pada peristiwa Pilpres 2004. Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan pada era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, memutuskan maju sebagai calon presiden.

“SBY berhasil mengalahkan Megawati dan kemudian berkuasa selama dua periode. Itu menjadi contoh bagaimana figur di dalam pemerintahan bisa berubah menjadi rival politik paling serius,” pungkasnya.

Fernando menilai sejarah berpotensi terulang. Dengan posisi strategis, pengaruh kuat, dan kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, Sjafrie kini dinilai memiliki pola politik yang serupa.

“Sejarah politik Indonesia penuh ironi tentang pengkhianatan dari lingkaran dalam. Kedekatan personal tidak selalu berbanding lurus dengan loyalitas politik. Presiden Prabowo seharusnya lebih waspada terhadap dinamika ini,” pungkasnya

Editor : Slamet Harmoko
#Cawapres 2029 #menhan #Sjafrie Sjamsoeddin #bursa capres