Manajemen Radar Sampit, berkesempatan berbincang langsung dengan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2/2026) siang. Komitmen dalam mewujudkan program prioritas, serta mempererat jalinan kemitraan jadi pokok bahasan dalam momentum silaturahmi tersebut.
--------------------------------
Sebelum meluangkan waktu berbincang dengan jajaran manajemen Radar Sampit, Gubernur menggelar ramah tamah dengan staff khusus Presiden RI bidang ekonomi kreatif, yakni Yovie Widianto di istana Isen Mulang.
Turut hadir para anggota forum komunikasi perangkat daerah (forkopimda) Kalteng, para organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat Pemkot Palangka Raya dan dari anggota legislatif.
Dalam kunjungan itu, pentolan Band Kahitna itu, memantau semangat ekonomi kreatif d Kalteng yang menurutnya memiliki potensi besar untuk terus berrkembang.
Seusia ramah tamah itu, Agustiar Sabran dalam bincang santainya dengan manajemen Radar Sampit, menyampaikan beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Kalteng untuk menyiasati pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
Dirinya tak menyalahkan, namun mengajak mengambil hikmah dari kebijakan tersebut. Disertai tetap berkomitmen menjaga program prioritas daerah tetap berjalan tanpa kekurangan meski di tengah efisiensi anggaran.
"Kondisi keuangan dengan pengurangan anggaran yang sedang kita hadapi, namun saya selaku gubernur tetap memastikan pelayanan publik harus tetap berjalan optimal," katanya.
Diungkapkan Agustiar, kebijakan itu bisa membuat pemerintah daerah tidak manja dengan anggaran dari pusat.
"Ya kalau saya lihat ada hikmahnya juga, karena daerah dipaksa mandiri. Saya termasuk di kabupaten dan kota yang harus memutar otak bagaimana anggaran yang terbatas bisa dimanfaatkan secara efisien tapi tepat sasaran," ucapnya.
Di satu sisi lanjutnya, penyusutan anggaran ini menjadi ujian, namun disisi lain menjadi peluang untuk berbenah dalam pengelolaan anggaran. Tentunya tegas Agustiar, setiap rupiah yang digunakan harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat, dan bukan untuk kegiatan yangi sifatnya administratif.
Dirinya memastikan program-program prioritas tetap menjadi fokus utama, sehingga anggaran yang mengalami pengurangan tidak menjadi kendala realisasi. Bahkan program yang tercover dalam Kartu Huma Betang tidak akan terhambat oleh keterbatasan fiskal.
"Seperti kita punya itukan bantuan sosial, bantuan pendidikan melalui skema beasiswa, hingga satu rumah tangga satu sarjana, itu tetap berjalan. Termasuk bantuan paket sembako untuk warga kurang mampu, tetap berjalan dalam beberapa kali se tahun,”paparnya.
Agustiar juga memastikan insentif bagi Damang, RT/RW, pendeta, ustadz, hingga tokoh-tokoh agama lain tetap diberikan. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
"Pemerintah upayakan tetap dikasih, jangan sampai karena anggaran kita ingin berkurang, insentif-insentif tidak diberi. Saya tidak mau yang seperti itu," tegasnya.
Diuraikannya, sebagai langkah nyata memanfaatkan penggunaan anggaran, pemerintah provinsi dipastikan memangkas berbagai kegiatan yang dianggap tidak penting. Seperti perjalanan dinas yang berlebihan, serta kegiatan seremonial dan rapat-rapat formal yang menyerap anggaran besar.
"Kegiatan-kegiatan seperti itu kita hentikan. Anggaran lebih baik dialihkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat," cetus Agustiar Sabran.
Dirinya juga mengungkapkan rencana Pemprov Kalteng mendorong program pendidikan vokasi, khususnya di bidang pertanian, pertambangan, dan perkebunan, sesuai dengan potensi daerah yang ada di Kalteng.
“Diharapkan generasi muda Kalteng, terutama lulusan pendidikannya memiliki keahlian kerja atau kemampuan di sektor tersebut,”imbuh Agustiar.
Tak hanya itu, masuknya investasi besar bagian dari rencana strategis nasional di Kalteng juga diharapkan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ia mengungkapkan ,seperti rencana hadirnya investasi pabrik smelter untuk pengolahan Bauksit dan Pasir Silika, yang sedang diproses pemerintah pusat.
Selain itu, Agustiar Sabran juga mengungkapkan rencananya untuk konektisasi sektor pertanian dari hulu hingga ke sektor pengolahan produk pertanian. Serta penambahan sarana dan prasarana sektor wisata, untuk meningkatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita juga memperjuangakan Dana Bagi Hasil (DBH-Reboisasi) sektor kehutanan dari pemerinth pusat agar bisa dimanfaatkan di lahan Areal Penggunaan Lain (APL) di Kalteng.
Sementara itu, Direktur Radar Sampit, Siti Fauziah, menyambut positif pandangan komitmen Gubernur Kalteng itu, dalam menjaga agar program prioritas yang bersentuhan dengan masyarakat bisa berjalan.
Ia menilai komitmen tersebut mencerminkan sikap pemimpin yang realistis dan memiliki visi ke depan, membangun daerah di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat.
Siti juga juga mengharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan Radar Sampit terus terjaga dengan baik. Mengingat bisa membantu menyampaikan serta memberikan edukasi dan kepada publik bahwa efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kepedulian dan program pembangunan, akan tetapi lebih kepada memperkuat ketepatan sasaran anggaran, demi kesejahteraan masyarakat.
"Tentu kami siap menjadi mitra pemerintah untuk turut menyampaikan perihal program-program pembangunan daerah, terutama yang menjadi prioritas, dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama