SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah pasar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, salah satunya ke Pasar Keramat Sampit dan Hypermart Citimal Sampit.
"Operasi saber pelanggaran harga dan mutu keamanan pangan kami lakukan untuk memastikan menjelang Ramadan hingga Lebaran seluruh komoditas pangan yang dijual tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan produk yang dipasarkan benar-benar terjamin mutu dan aman dikonsumsi," kata Saza Nurwendah Analis Ketahanan Pangan Pertama Direktorat Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Senin (9/2).
Tim Operasi Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan untuk wilayah Kalteng ditargetkan melakukan survey yang diberikan waktu selama dua bulan.
"Targetnya 14 kabupaten kota di Kalteng bisa terpantau semua, namun kita akan melihat situasi dan kondisinya di lapangan. Karena, kami hanya diberikan waktu selama dua bulan," ujarnya.
Telusuri Penyebab Pelanggaran Harga
Selain Kotim, Tim Bapanas telah melakukan survey ke Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kotim dan diwaktu yang bersamaan tim lain juga melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Untuk Kotim rencananya ada tiga lokasi pasar, hari ini ada dua di Pasar Keramat dan Hypermart. Sore ini kami bergerak ke Seruyan dan Kamis ini rencananya akan lanjut survey ke Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit," ujarnya.
Selama melakukan pemantauan di Pasar Keramat Kota Sampit, Tim Bapanas menemukan beberapa komoditas seperti cabai rawit, daging sapi dan beras premium yang dijual melebihi HET.
"Ada beberapa komoditas tadi yang kami temukan harganya mengalami kenaikan seperti cabai rawit dijual Rp 70 ribu, harga ini sebenarnya sudah turun dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp 95 ribu per kg. Namun, berdasarkan harga acuan penjualan seharusnya cabai rawit dijual dikisaran Rp 40-57 ribu per kg," ujarnya.
Kemudian, komoditas daging sapi yang seharusnta harga acuan penjualan Rp 140 ribu, di Pasar Keramat dijual di harga Rp 160 ribu per kg.
"Informasi dari pedagang harga jual daging sapi berbulan-bulan memang Rp 160 ribu. Beras premium juga tadi ada yang kami temukan dijual melebihi HET," ujarnya.
Menyikapi adanya indikasi pelanggaran harga yang dijual melebihi HET, Tim Bapanas belum bisa memberikan sanksi tegas kepada pedagang dan hanya melakukan analisis dan survey di lapangan.
"Kami belum sampai ke pengenaan sanksi. Fokus kami masih melakukan analisis dan penelusuran terlebih dahulu untuk mencari penyebab kenaikan harga. Apakah karena pasokannya distribusinya yang terkendala atau faktor penyebab lainnya," ujarnya.
Selain, memantau di Pasar Keramat dan Hypermart, tim juga mengecek gudang beras milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Kotim yang berlokasi di Jalan MT Haryono.
"Selama operasi saber pelanggaran harga kami didampingi pimpinan Bulog Cabang Kotim sekaligus tadi juga menyempatkan ketersediaan stok beras untuk memastikan stok aman hingga Lebaran dan kita berharap stabilitas harga pangan tetap terkendali," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko