Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ada Bercak Darah di Kamar Djau Khun Menginap, Seperti Ini Penjelasan Polisi

Fahry Ilhami Samosir • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:25 WIB
EVAKUASI: Aparat kepolisian dan petugas medis serta relawan saat mengevakuai jenazah dari salah satu kamar mess (penginapan) di Jalan MT Haryono Sampit. (Polres Kotim/Radar Sampit)
EVAKUASI: Aparat kepolisian dan petugas medis serta relawan saat mengevakuai jenazah dari salah satu kamar mess (penginapan) di Jalan MT Haryono Sampit. (Polres Kotim/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang kembali mengungkapkan temuan penting dalam kasus kematian sales sparepart mobil yakni Djau Khun (47), warga asal Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam temuan tersebut, Polisi telah mendapati barang bukti berupa bercak darah yang ada pada seprai tempat korban menginap.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ketapang AKP Anis menyebut bahwa bercak darah itu ditemukan setelah korban meninggal dunia dalam keadaan tengkurap di atas kasurnya.

"Kami ada menemukan barang bukti lain berupa bercak darah di seprai tempat korban menginap. Barang bukti ini diduga kuat berasal akibat korban mengalami batuk cukup kuat," ungkap Anis.

Kepastian ini didapat setelah pihaknya mendapati puluhan jenis obat penyakit dalam yang ditemukan di kamar korban. Apalagi, sebelumnya korban juga ada mengeluh sakit kepada pihak keluarganya yang ada di Sampit.

"Jadi, korban meninggal dalam posisi tengkurap dan kemungkinan korban ada batuk hingga keluar darah," terangnya.

Pihak Kepolisian juga menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda mencurigakan di tubuh pria berbadan gempal tersebut, seperti penganiayaan fisik.

Terlebih lagi, pihak keluarga juga telah enggan membawa kasus tersebut ke ranah hukum hingga mengihklaskan atas kematian pria kelahiran 1979 tersebut.

"Untuk barang bukti berupa obat obat an serta uang, itu sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Yang jelas kematiannya bukan karena tindak pidana. Jenazahnya juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga," tutupnya. (sir)

Editor : Slamet Harmoko
#bercak darah #tewas #penginapan #sampit