SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aksi balap liar kembali mencoreng kawasan Taman Kota Sampit. Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan aktivitas keluarga itu justru diduga rutin dijadikan arena kebut-kebutan oleh sejumlah remaja, terutama pada malam hari.
Warga menyebut, setiap aksi balap liar berlangsung, puluhan remaja memadati area taman. Mereka tidak hanya terlibat sebagai pelaku, tetapi juga penonton yang berkerumun di sisi lintasan, sehingga memperparah risiko kecelakaan.
Tak berhenti di situ, balap liar tersebut juga dikabarkan disertai praktik taruhan. Dugaan perjudian ini membuat keresahan masyarakat semakin meningkat, mengingat Taman Kota Sampit merupakan fasilitas publik yang seharusnya aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Ironisnya, aksi balap liar itu kerap dibela dengan alasan belum terealisasinya pembangunan sirkuit balap di daerah.
Narasi tersebut dinilai sebagai bentuk playing victim untuk membenarkan pelanggaran hukum yang jelas-jelas membahayakan keselamatan.
Seorang warganet bernama Kozi menilai bahwa mengaitkan balap liar dengan ketiadaan sirkuit adalah alasan yang keliru.
Menurutnya, balap liar di jalan umum bukanlah penyaluran hobi atau bakat otomotif, melainkan pelanggaran hukum yang nyata.
“Sirkuit dibangun untuk balapan resmi, dengan pembalap berlisensi, kendaraan sesuai standar keselamatan, serta regulasi dan pengawasan ketat. Bukan untuk kebut-kebutan tanpa aturan di jalan umum,” tulisnya dalam kolom komentar yang ramai diperbincangkan.
Ia menegaskan, balapan tanpa regulasi bukanlah olahraga, melainkan tindakan sembrono yang mempertaruhkan nyawa orang lain. Jalan umum, kata dia, tidak pernah dirancang sebagai lintasan adu kecepatan.
“Kalau benar ingin menyalurkan minat dan kemampuan otomotif, jalurnya jelas melalui komunitas resmi dan event berizin. Bukan dengan merampas hak keselamatan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, balap liar di Taman Kota Sampit dinilai telah menyimpang dari fungsi ruang publik dan mencoreng wajah kota sebagai tempat yang aman dan ramah bagi masyarakat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko