Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gangguan Beruang di Kotim Mereda, BKSDA Sebut Tak Ada Laporan Baru

Usay Nor Rahmad • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:35 WIB
Petugas BKSDA Resort Sampit saat melakukan observasi ke lokasi kemunculan beruang madu di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, beberapa waktu lalu. (BKSDA Resort Sampit)
Petugas BKSDA Resort Sampit saat melakukan observasi ke lokasi kemunculan beruang madu di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, beberapa waktu lalu. (BKSDA Resort Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Gangguan beruang madu yang sempat meresahkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaporkan mulai mereda.

Hingga saat ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit belum menerima laporan baru terkait kemunculan satwa liar dilindungi tersebut.

Seiring meredanya laporan, BKSDA Resort Sampit telah mengambil kembali perangkap beruang yang sebelumnya dipasang di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. Perangkap tersebut kini diamankan dan disimpan di Pos BKSDA Sampit.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan langkah itu dilakukan karena tidak adanya laporan lanjutan dari masyarakat setelah perangkap dipasang. Berdasarkan informasi warga, beruang madu tidak lagi terlihat di lokasi tersebut.

“Informasi dari warga, setelah pemasangan perangkap, beruang tidak muncul lagi. Jadi sementara perangkap kita amankan dulu di pos,” ujar Muriansyah.

Ia juga menanggapi laporan sebelumnya terkait dugaan kemunculan beruang madu di Desa Bapanggang Raya. Namun hingga kini, BKSDA belum menerima laporan lanjutan dari wilayah tersebut.

“Di Desa Bapanggang Raya sampai saat ini juga tidak ada laporan masuk lagi. Sudah kami sampaikan ke perangkat desa, kalau beruang datang lagi segera diinformasikan,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Menurut Muriansyah, ada kemungkinan beruang madu tersebut telah kembali masuk ke habitat alaminya di kawasan hutan. Meski demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah.

“Mungkin beruangnya sudah masuk ke hutan lagi, tapi kami tetap minta warga waspada dan segera melapor kalau ada kemunculan kembali,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, kemunculan beruang madu di Jalan Bumi Raya I sempat membuat warga resah. Namun sejak pemasangan perangkap pada pertengahan Januari lalu, tidak ada lagi laporan lanjutan hingga beberapa hari berikutnya.

BKSDA Resort Sampit menegaskan pemantauan tetap dilakukan bersama masyarakat sebagai langkah antisipasi. Warga juga diimbau menghindari aktivitas berisiko, terutama pada malam hari, guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan kelestarian beruang madu sebagai satwa dilindungi. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beruang #bksda