SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu sore (4/2/2026), tak hanya menyebabkan pohon tumbang, tetapi juga merobohkan sejumlah bangunan milik warga.
Selain insiden pohon tumbang di Jalan Kenan Sandan, Kecamatan Baamang, dampak angin kencang juga dilaporkan merusak bangunan di beberapa titik.
Salah satunya terjadi di Gang Madiun Ngawi, Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, di mana bangunan milik warga roboh akibat terpaan angin.
Kerusakan serupa juga terjadi di Kompleks Perumahan Graha Pramuka, Jalan Pramuka, Sampit. Rangka atap salah satu rumah warga dilaporkan ambruk setelah diterjang angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim, kecepatan angin saat kejadian terpantau cukup signifikan.
“Berdasarkan data yang masuk di alat kami, hari ini sempat terdeteksi kecepatan angin gusty atau hembusan kuat mencapai 20 knots, dengan rata-rata kecepatan angin di kisaran 5 sampai 10 knots. Angin kencang ini berasal dari awan cumulonimbus (CB),” jelas Multazam.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon berukuran cukup besar tumbang dan menutup akses jalan di Jalan Kenan Sandan, tepatnya di depan Gang Yala Persada, Kecamatan Baamang. Pohon tersebut roboh ke badan jalan sehingga arus lalu lintas dari kedua arah sempat terhenti.
“Pohon tumbang ke jalan, tidak bisa lewat,” ujar Ariandi, warga sekitar.
Data BMKG Kotim mencatat, pada pukul 16.00 WIB wilayah Sampit diguyur hujan disertai guntur.
Saat kejadian, jarak pandang hanya sekitar satu kilometer, dengan kecepatan angin tercatat mencapai 10 kilometer per jam yang bertiup dari arah barat daya.
BMKG juga mencatat suhu udara di Sampit berada di kisaran 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban mencapai 74 persen.
Kondisi tersebut dinilai cukup berpotensi memicu kejadian pohon tumbang maupun kerusakan bangunan, terutama pada struktur yang sudah rapuh.
BPBD Kotim bersama warga setempat melakukan penanganan darurat dengan memangkas pohon tumbang serta mendata dampak kerusakan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, termasuk hujan lebat disertai angin kencang dan petir, serta dampak turunannya seperti pohon tumbang dan kerusakan bangunan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko