SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengambil kembali perangkap beruang yang sebelumnya dipasang di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Langkah ini dilakukan setelah tidak ada lagi laporan kemunculan beruang madu di lokasi tersebut sejak perangkap dipasang.
Berdasarkan keterangan warga, satwa liar dilindungi itu tidak lagi terlihat pascapemasangan perangkap oleh BKSDA.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa perangkap sementara diamankan dan disimpan di Pos Sampit sambil menunggu perkembangan informasi dari masyarakat.
“Informasi dari warga, setelah pemasangan perangkap, beruang tidak muncul lagi. Jadi untuk sementara perangkap kita amankan dulu di pos,” ujar Muriansyah, Rabu (28/1/2026)
Sebelumnya diberitakan, keberadaan beruang madu yang sempat meresahkan warga di Jalan Bumi Raya I diduga telah bergeser ke lokasi lain. Hal itu menyusul tidak adanya laporan lanjutan sejak pemasangan perangkap pada Rabu (14/1/2026).
Hingga Jumat malam (16/1/2026), BKSDA Resort Sampit mengaku belum menerima laporan baru terkait kemunculan beruang di titik awal tersebut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan bersama warga sekitar sebagai langkah antisipasi.
Terkait kemungkinan pemindahan perangkap ke Desa Bapanggang Raya, yang belakangan dilaporkan menjadi lokasi kemunculan beruang madu, Muriansyah mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan.
“Belum kita pasang di sana. Kita masih menunggu informasi lanjutan dari warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, BKSDA tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari aktivitas berisiko terutama pada malam hari, serta segera melapor apabila kembali melihat kemunculan beruang di sekitar pemukiman.
Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar, sekaligus memastikan keselamatan warga serta kelestarian beruang madu sebagai satwa dilindungi. (oes)
Editor : Slamet Harmoko