SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan bahwa hingga saat ini belum mengajukan bantuan helikopter water bombing, meski beberapa kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Kotim, serta lokasinya sulit dijangkau.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menjelaskan bahwa pengajuan unit helikopter water bombing berkaitan erat dengan penetapan status bencana di tingkat provinsi. Karena itu, mekanisme pengajuan bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
“Kalau terkait unit heli, itu berkaitan dengan status bencana tingkat provinsi. BPBD Provinsi yang akan menyampaikan permintaan ini,” kata Multazam, Rabu (28/1/2026).
BPBD Kotim Pilih Opsi Modifikasi Cuaca
Sebagai langkah awal penanganan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD Kotim menyoroti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai opsi yang dapat dilakukan lebih dahulu.
“Langkah awal bisa dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya.
Multazam juga membenarkan bahwa pada hari sebelumnya memang terjadi beberapa kejadian kebakaran di wilayah Kotim. Namun, tidak semua lokasi kebakaran dapat dijangkau oleh petugas di lapangan.
“Memang betul, kemarin ada beberapa kebakaran, tetapi kami tidak bisa menjangkaunya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterbatasan akses membuat dokumentasi di lokasi kebakaran tidak dapat diperoleh. Informasi yang tersedia hanya berupa visual asap yang terlihat membumbung tinggi dari kejauhan.
Terkait kondisi kualitas udara, Multazam menyebutkan pihaknya belum mendapatkan pembaruan data dari alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
“Untuk alat ISPU, kami tidak update kondisinya,” tandasnya.
BPBD Kotim menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan instansi terkait dalam upaya pengendalian karhutla, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca panas dan minim curah hujan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko