NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Misteri penemuan mayat perempuan yang mengapung di parit dekat semak-semak Jalan Mas Kaya Pangaruh, Gang Bhakti II, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, mulai menemui titik terang.
Kurang dari 24 jam sejak jasad ditemukan, polisi dikabarkan telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Pria ini diduga teman dekat yang juga memiliki hubungan spesial dengan korban.
Selain penangkapan terduga pelaku, identitas korban juga telah terungkap. Korban diduga bernama Hetty Noviani (28), seorang ibu tunggal asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang selama ini tinggal bersama adiknya di Kota Nanga Bulik.
Korban diketahui merantau ke Lamandau untuk bekerja dan meninggalkan dua orang anak yang masih kecil.
Meski informasi penangkapan terduga pelaku telah beredar luas, Polres Lamandau hingga kini belum merilis keterangan resmi.
Namun, ucapan duka cita atas meninggalnya korban telah ramai disampaikan di media sosial, menguatkan dugaan bahwa identitas korban telah dikenali oleh pihak keluarga.
Pihak keluarga korban disebut telah mengenali ciri-ciri tubuh korban. Kendati demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, melalui Kasatreskrim AKP Jhon Digul Manra, membenarkan adanya penemuan jasad perempuan dengan dugaan kuat korban tindak kekerasan.
“Jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Gani Kabupaten Lamandau untuk dilakukan autopsi. Kami juga mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar AKP Jhon.
Perkembangan terbaru, polisi telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Namun, motif dan kronologi lengkap kejadian masih dalam tahap pemeriksaan intensif.
Baca Juga: Inilah Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Muda di Parit Pinggir Jalan Nanga Bulik
“Sabar ya, secepatnya akan kami rilis. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terkait bagaimana terduga pelaku melakukan perbuatannya dan apa motifnya,” kata Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono saat dikonfirmasi radar sampit.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terlibat. (mex)
Editor : Slamet Harmoko