SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Kasus perampokan di kebun sawit Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum terungkap, polisi masih terus melakukan penyelidikan.
"Belum ada kelanjutan. Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan," kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, sejauh ini penyidik masih fokus pada proses pendalaman, untuk memastikan unsur tindak pidana dalam kasus dugaan perampokan tersebut.
"Kalau dari pengakuan korban, pelakunya ada empat orang. Ini yang masih kami dalami," terangnya.
Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko menambahkan, saat ini Polisi masih memeriksa sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian.
"Masih sebatas periksa saksi. Kalau untuk mengantongi kamera CCTV tidak ada. Karena kejadiannya di tengah kebun," ujar Edy melalui telepon.
Karena tidak ada rekaman CCTV yang berkaitan dengan perampokan itu, polisi pun kesulitan melacak ciri-ciri perampok seusai kejadian.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal ketika korban Panji, diperintahkan oleh atasannya membawa uang sebesar Rp 551 juta untuk disetor.
Uang setengah miliar rupiah itu pun ia bawa dengan menggunakan sepeda motor. Dan sial, di tengah perjalanannya, Panji justru dihadang oleh kawanan pelaku.
Kawanan pelaku yang saat itu disebut berjumlah 4 orang, kemudian menodong senjata api hingga mengambil paksa uang yang dibawa oleh Panji.
Atas kejadian itu, korban langsung melaporkan kepada petugas keamanan setempat hingga kasusnya ditangani oleh pihak Kepolisian. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor