Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Wilayah Kotim sudah Ditetapkan Siaga Darurat Karhutla

Heny Pusnita • Jumat, 23 Januari 2026 | 22:20 WIB
Rakor pembahasan pengendalian karhutla di aula BPBD Kotim, Kamis (22/1).
Rakor pembahasan pengendalian karhutla di aula BPBD Kotim, Kamis (22/1).

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  yang cukup masif baru-baru ini disikapi serius oleh Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) dengan melaksanakan rapat koordinasi bersama SOPD terkait di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kamis (22/1).

Berdasarkan hasil rapat, Pemkab Kotim menetapkan status siaga darurat karhutla selama 30 hari ke depan terhitung mulai 23 Januari - 21 Februari 2026.

"Berdasarkan hasil paparan yang disampaikan BPBD dan BMKG dalam rapat tadi, kita sepakati bersama penetapan status siaga karhutla diaktifkan mulai 23 Januari - 21 Februari sampai 30 hari ke depan. Apabila kejadian karhutla meningkat maka akan ditingkatkan status tanggap darurat. Semoga tidak sampai terjadi peningkatan hotspot maupun peningkatan karhutla," Wakil Bupati Kotim, Irawati yang memimpin rapat tersebut.

Dikatakannya, kondisi cuaca di Kotim sulit diprediksi, umumnya Desember-Januari kejadian banjir menjadi kewaspadaan. Namun, di Kotim saat ini yang dikhawatirkan terjadi karhutla.

"Kondisi cuaca kadang tidak bisa kita prediksi. Kita melihat di Jakarta, Sumatera, Jawa curah hujan cukup tinggi hingga menyebabkan banjir. Tapi, kondisi cuaca di Sampit malah panas dan rawan karhutla. Namun, kita bersyukur tidak sampai terjadi banjir," paparnya.

Irawati mengingatkan selama status siaga darurat diaktifkan, seluruh SOPD terkait agar memperhatikan personel, peralatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana karhutla.

"Kita juga berharap masyarakat ikut berperan aktif melaporkan apabila terjadi kebakaran. Di saat kondisi cuaca panas, masyarakat kami ingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan jangan buang puntung rokok atau pun melakukan pembakaran lahan dengan sengaja," tegasnya.

Pj Sekda Kotim Umar Kaderi juga berharap , hotspot mengalami penurunan dan kejadian karhutla bisa dicegah.

"Mudah-mudahan sebulan kedepan hotspot menurun. Seperti prediksi BMKG ada kemungkinan terjadi hujan pada minggu keempat Januari, kita harapkan dapat mengurangi titik panas di Kotim sehingga kejadian karhutla bisa dicegah," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan, selama Januari ini, terjadi peningkatan hotspot yang tidak biasa. Ini menandakan area lahan di Kotim yang sebagian besar merupakan lahan gambut sangat mudah terbakar, ditambah saat ini titik permukaan air tanah terjadi penurunan cukup drastis minus 35-60 yang berpotensi mudah terbakar apabila tersulut api.

BPBD Kotim mencatat jumlah hotspot pada Januari 2026 sebanyak 61 hotspot. Angka tersebut menjadi tertinggi jika dibandingkan periode Januari pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 2023, 2024, dan 2025. Pada Januari 2023, tercatat hanya terdapat 14 hotspot. Januari 2024 sebanyak 18 hotspot dan Januari 2025 sebanyak 4 hotspot.

“Kalau kita bandingkan tahun demi tahun untuk bulan Januari, maka tahun 2026 ini paling tinggi. Ini agak di luar prediksi kami, karena biasanya Januari masih curah hujan, bahkan di beberapa daerah terjadi banjir. Anomali cuaca ini menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya.

Multazam memaparkan, sejumlah wilayah di Kotim yang rawan terbakar diarea rawa gambut seperti di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Bamang, Kota Besi, dan Cempaga.

BPBD Kotim kembali mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat sepenuhnya menjaga seluruh lahan. Karena itu, komitmen dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla.

"Kejadian kebakaran lahan sangat berdampak terhadap jarak pandang pengendara, udara berkabut, pernapasan terganggu yang dapat membahayakan kesehatan," tegasnya. (hgn/gus)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#siaga karhutla #Siaga Darurat #sampit #kotim #wakil bupati kotim irawati #Multazam