Radarsampit.jawapos.com – Misteri kematian tiga orang yang ditemukan meninggal dunia di kawasan pertambangan PT MUTU, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Desa Bintang Ara, Kabupaten Barito Selatan, hingga kini masih belum terungkap.
Untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban, pihak kepolisian melakukan autopsi pada Rabu (21/1/2026) di Ruang Jenazah RSUD Jaraga Sasameh.
Tiga korban tersebut diketahui bernama Satriansyah, warga Desa Muara Singan, Paman Utuh, serta Diana, istrinya, warga Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Autopsi melibatkan Tim Dokpol Polda Kalimantan Tengah serta dokter forensik dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Baca Juga: Temuan Tiga Mayat di Area Tambang, Polisi: Masyarakat Jangan Berspekulasi
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim forensik terlihat tiba di lokasi, disertai pengamanan ketat oleh puluhan personel Polres Barito Selatan di sekitar ruang jenazah.
Sebelum autopsi dilakukan, dokter forensik dr Ricka Brilianty bersama Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R Hutapea memberikan penjelasan kepada pihak keluarga korban terkait tujuan dan prosedur autopsi.
Kapolres Barsel menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas tragedi tersebut, serta meminta dukungan penuh agar proses autopsi dapat berjalan lancar.
“Autopsi ini kami lakukan untuk mengungkap penyebab kematian para korban. Kami mohon dukungan dan kerja sama keluarga agar proses ini berjalan dengan baik. Kami juga mengapresiasi keluarga yang telah menunggu sejak kemarin. Semoga diberikan ketabahan,” ujar AKBP Jecson R Hutapea.
Baca Juga: Tiga Mayat Ditemukan di Area Tambang di Barito Selatan Kalteng
Sementara itu, dr Ricka Brilianty menjelaskan bahwa sebelum autopsi dilakukan, keluarga korban diminta memberikan persetujuan secara resmi. Dalam proses tersebut, tim medis akan mengambil sejumlah sampel organ.
“Nantinya akan diambil sampel paru-paru dan darah dari ketiga korban untuk dibawa ke laboratorium guna memastikan penyebab kematian,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, penemuan tiga jenazah di kawasan PIT Suwalang, tepatnya di area disposal atau penimbunan tanah lokasi pertambangan PT MUTU, sempat menggegerkan warga setempat.
Temuan tersebut pertama kali dilaporkan warga pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 01.35 WIB.
Ketiga jenazah ditemukan di dalam jurang kawasan perbukitan Gunung Suwalang, dengan kondisi tubuh sudah kaku dan membengkak, sehingga diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian ketiga korban, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko