Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebakaran Lahan Mulai Marak di Kotim, BPBD Minta Warga Waspada

Usay Nor Rahmad • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:40 WIB
Kebakaran lahan di Jalan Robby, Komplek Sawit Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur. (TRC BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di Jalan Robby, Komplek Sawit Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur. (TRC BPBD Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan mulai kembali marak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seiring meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang relatif kering.

Sejumlah kejadian kebakaran lahan dilaporkan terjadi di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, mengungkapkan, kebakaran lahan di antaranya terjadi di Jalan Robby, Komplek Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi kebakaran berada di pinggir jalan pada areal semak belukar dengan beberapa pohon kelapa sawit di sekitarnya.

“Di Jalan Robby kebakaran terjadi di lahan semak, posisinya cukup dekat dengan akses jalan sehingga cepat terlihat oleh warga,” kata Multazam.

Selain itu, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Bawi Jahawen, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Pada lokasi ini, api dilaporkan sempat mendekati permukiman warga sehingga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.

“Kejadian di Bawi Jahawen cukup berisiko karena jaraknya dekat dengan rumah warga. Beruntung bisa segera dikendalikan,” ujarnya.

Kebakaran lahan lainnya juga dilaporkan terjadi di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga. BPBD bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan untuk mencegah api meluas, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan mudah terbakar.

Multazam mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor jika menemukan titik api. “Kondisi saat ini sangat rawan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran meluas,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur memprediksi kondisi cuaca di wilayah Kotim dalam 24 jam ke depan didominasi cuaca berawan. Meski demikian, potensi karhutla masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan prakiraan akumulasi curah hujan periode Rabu (21/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (22/1/2026) pukul 07.00 WIB, sebagian besar wilayah Kotim diperkirakan berada pada kategori berawan hingga hujan ringan. Data tersebut mengacu pada model prediksi cuaca numerik WRF Daily Forecast.

BMKG menyebutkan, tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Hal itu diperkuat oleh hasil pengamatan citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced pada Rabu pagi (21/1) pukul 07.00 WIB, yang menunjukkan aktivitas awan konvektif relatif minim.

“Secara umum kondisi atmosfer di Kotawaringin Timur masih stabil dan tidak menunjukkan potensi hujan lebat,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Namun demikian, pemantauan titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir menunjukkan masih adanya potensi karhutla. Berdasarkan rekapitulasi hotspot yang diakses Rabu (21/1/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Hotspot tersebut terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang sebanyak tiga titik, Tumbang Nggahan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Telaga Antang, Bukit Indah, Cempaga, Patai, Bukit Santuai, Tewai Hara, Mentaya Hulu, dan Kapuk.

BMKG juga merilis peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran berdasarkan analisis parameter cuaca. Hasilnya, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masuk dalam kategori sangat mudah terbakar untuk periode Rabu (21/1/2026) hingga Kamis (22/1/2026).

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya curah hujan signifikan serta karakteristik lahan gambut yang mendominasi wilayah ini. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, meskipun cuaca terpantau relatif berawan.

“Potensi kebakaran masih tinggi. Diperlukan peran semua pihak untuk mencegah terjadinya karhutla, terutama di wilayah rawan,” tegas BMKG. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #kebakaran lahan